Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

4 Tahun Merugi, PG Rendeng Kudus Revitalisasi Mesin Produksi

MuriaNewsCom, Kudus – Managemen Pabrik Gula (PG) Rendeng nampaknya benar-benar serius dalam menghentikan siklus rugi yang beberapa tahun belakang dialami pihaknya. Managemen kini terus berupaya meningkatkan produksi gula kristal putih (GKP) pada musim giling 2019 mendatang.  Perluasan lahan tebu baru, hingga revitalisasi mesin produksi dilakukan agar target mendapatkan laba tercapai.

PG Rendeng sendiri dalam produksi empat tahun terakhir selalu mengalami kerugian. Kerugian dimulai saat tahun 2015. Di mana produksi PG Rendeng mengalami penurunan yang signifikan. Musim giling 2018 juga menurun akibat kekurangan pasokan bahan baku tebu. Dari target 195.587 ton tebu, hanya terpenuhi sekitar 142.454 ton.

Administratur PG Rendeng, Agus Sulistiyanto menjelaskan jika pada proses giling 2018,  pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 34 miliar, sebelum dilakukan audit. Ia menambahkan PG Rendeng hanya mampu merealisasikan sekitar 7.408 ton atau hanya sekitar 52,1 persen pada saat itu.

“Tahun 2019 ini kami punya target bisa mendapatkan laba sebesar minimal Rp 1 miliar,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Para pekerja sedang melakukan revitalisasi pabrik untuk menunjang produktivitas gula. (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Pembenahan managemen juga akan dilakukan. Dengan harapan saat managemen baik, maka musim giling 2019 akan berbuah baik juga. Target yang mereka usung juga cukup besar.

“Kami punya target dalam rencana kerja,” ungkapnya.

Ia merinci, berdasar rencana kerja operasional (RKO) perusahaan tahun ini, pihak managemen  menargetkan produksi gula kristal sebanyak 20.685 ton, dari perkiraan jumlah tebu yang digiling 277.300 ton  dengan target rendemen 7,44 persen.

“Kami telah mengambil beberapa langkah untuk mendongkrak produksi giling 2019, agar lebih baik dan mendapatkan laba,” tegasnya.

Untuk musim giling  2019 sendiri, rencananya akan dimulai Juni nanti. Dan membutuhkan waktu selama sekitar 93 hari. Jadwal ini tergolong mundur, dari jadwal awal di Mei 2019. Ini dikarenakan belum terjaminnya kecukupan bahan baku tebu.

“Karena kami mencoba meminimalisir potensi yang menimbulkan kerugian,” tandasnya.

Selain hal tersebut, mundurnya jadwal giling juga merupakan saran dari para petani tebu yang biasanya menyuplai tebu ke pabrikan.

“Semuanya berdasarkan banyak pertimbangan,” tandas Agus.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...