MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengedar 2,2 Kg Sabu yang Ditangkap BNN di Tol Penjagan Dikendalikan Napi Lapas Klaten

0 396

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menangkap jaringan peredaran narkoba di Tol Penjagan, Brebes. Narkoba jenis sabu seberat 2,2 kilogram diamankan dalam penggerebekan itu.

Dua orang berhasil diamankan. Yakni Istiyawan (35) warga Kabupaten Karanganyar dan Supraya (41) warga Gunung Kidul. Istiyawan juga diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di kampus UNS.

Mereka dihentikan petugas saat melaju menggunakan mobil Toyoya Avanza warna silver bernomor polisi AD 9067 VP. Di dalam mobilnya ditemukan sabu seberat 2,2 kilogram yang disembunyikan di bawah jok.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Muhammad Nur, dalam jumpa pers Kamis (28/2/2019) mengatakan, dua orang ini merupakan bagian dari jaringan narkoba yang dikendalikan dari Lapas Klaten.

”Mereka diperintah oleh warga binaan LP Klaten bernama Dwi Ardiasyah alias Dian. Mereka mengambil sabu dari Jakarta dan rencananya akan diedarkan di Solo,” katanya.

Dua pengedar ini ditangkap pada Senin (25/2/2019) lalu saat keluar dari tol Penjagan Brebes. Keduanya baru mengambil sabu dari Jakarta.

Sabu disimpan dalam kresek hitam di bawah jok penumpang depan dan dibungkus kemasan teh cina warna emas. Ia merinci, sebanyak 2 kg sabu dikemas dalam bungkus teh, sementara yang 200 gram disimpan dalam dua amplop.

Baca : BNN Jateng Bekuk Kurir 2 Kg Sabu di Tol Pejagan Brebes

Sementara terkait narapidana yang mengendalikan dua pengedar ini menurut Nur, merupakan narapidana kasus narkoba. Padahal napi bernama Dwi Ardiansyah itu rencananya bakal bebas pada April 2019 mendatang, setelah menjalani hukuman selama enam tahun.

“(Dwi Ardiansyah) sudah 2 kali terkena kasus dan menjalani hukuman penjara. Dan yang kedua ini akan bebas pada 15 April 2019,” terangnya.

Bahkan dikabarkan Dwi sudah berencana melangsungkan pernikahan setelah bebas mendatang. Namun kemungkinan rencana itu bisa berantakan, karena Dwi akan kembali diproses hukum.

Sementara terkait dua pengedar yang diamankan, Nur menyebut akan dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.