Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keterlambatan MT II di Kudus Ganggu Distribusi Air Kedungombo

0 120

MuriaNewsCom, Kudus – Keterlambatan awal masa tanam (MT) II dirasa akan berdampak pada kekacauan distribusi air di saluran irigrasi. Hal ini sebenarnya wajar karena factor alam, hanya terkadang juga karena respon petani yang terkesan lambat dalam memulai proses tanam.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Kaspono. Ia menyatakan jika berulangkali MT I tahun yan datang terlambat tanam karena petani terkesan lelet pada MT II di tahun sebelumnya.

“Sekarang ini memasuki awal MT II, cepat ditanam karena harus memperhatikan MT I 2019-2020,” kata  Kaspono.

Terkait ini, pihaknya pun berharap jika petani pengguna jaringan irigasi teknis kedungombo yang sudah menyelesaikan MT I 2018-2019 segera memulai persiapan MT II.

“Semua harus mematuhi ketentuan tersebut,”  tegasnya.

Berdasarkan rencana awal, pada MT II tahun 2018-2019, panen akan dilakukan pada akhir Juni atau awal Juli mendatang. Sementara awal MT I 2019/2020 diharapkan bisa dimulai pada awal September mendatang. Jika dilihat dari yang lalu, awal MT I akan dilaksanakan lebih maju lagi. Mengingat hujan dan banjir biasanya rawan pada akhir tahun.

“Kita antisipasi hal-hal yang demikian,” katanya.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Setiyo Budi. Pihaknya menjelaskan jika sebagian area pertaniannya rawan digenangi air saat musim hujan.

“Ada beberapa titik (tergenang air saat musim hujan) dan itu cukup luas,” jelasnya.

Dia berharap, musim tanam bisa dimulai lebih awal. Hal ini dikatakannya mampu mengantisipasi proses tanam dan panen pada saat musim penghujan. Hanya memang, pihaknya tidak menampik segala sesuatunya sangat tergantung pada cuaca. Jika pada awal usim sudah hujan, maka kemungkinan terendam juga sangat tinggi.

“Namanya cuaca, susah diprediksi,” tandas Budi.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.