MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

2 Tahun Pacaran Lewat Tik Tok, Pria Ini Bunuh Mahasiswi UPN dan Jasad Dibuang di Irigasi

0 862

MuriaNewsCom, Magelang – Entah apa yang ada di benak Sandra Saputra (28) sehingga nekat membunuh pacarnya sendiri. Tak hanya dibunuh, SS juga membuang jenazah pacarnya itu di saluran irigasi di Dusun Batu, Desa Ngabean, Secang, Magelang.

Aksi pembunuhan itu dilakukan pada Jumat (22/2/2019) lalu dan jenazahnya ditemukan warga pada hari berikutnya. Penemuan mayat wanita itu sempat membuat geger warga. Pasalnya, tak ada identitas

Beberapa hari kemudian ada pihak yang melapor kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti korban. Akhirnya diketahui jika mayat tersebut bernama Anisa (22) warga Ngampilan, Kota Yogyakarta.

”Ada kecocokan dari pakaian, cincin hingga sidik jari korban,” kata Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Rabu (27/2/2019).

Korban merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Informatika UPN ”Veteran” Yogyakarta. Dari sini, jajaran Resmob Polres Magelang berhasil mengendus keberadaan pelaku.

Orang yang diduga kuat membunuhnya tak lain adalah pacaranya sendiri, yakni Sandra Saputra. Ia merupakan warga Kelurahan Mulia Guna, Kecamatan Teluk Gelang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Ia bekerja sebagai driver ojek online dan indekos di Yogyakarta.

Polisi kemudian bergerak dan menangkap pelaku saat mangkal di kawasan Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta pada Senin (25/2/2019) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan, Sandra mengakui telah membunuh pacarnya itu.

Ia mengaku telah pacaran dengan korban selama dua tahun. Selama ini pacaran dilakukan melalui aplikasi Tik Tok.

”Namun tiga hari sebelum peristiwa itu terjadi, korban dan pelaku bertemu dan jalan-jalan,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, aksi pembunuhan itu dilakukan di kamar kos pelaku. Saat itu, pelaku merasa cemburu setelah korban mengungkapkan sesuatu. ”Korban kemudian dicekik hingga tewas, dan mayatnya dibuang di daerah Secang,” terangnya.

Meski pengakuannya bermotif cemburu, namun polisi juga menduga pelaku ingin menguasai harta milik korban. Hal ini terlihat dengan laptop milik korban yang diambil dan dijual seharga Rp 1,7 juta.

Saat ini pelaku beserta barang bukti kejahatannya telah diamankan di Polres Magelang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana.

”Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.