Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada ASN Korupsi, Bupati Kudus : Laporkan ke Saya 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus HM Tamzil meminta masyarakat untuk melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus kepadanya bila ada indikasi melakukan korupsi. Orang nomor satu di Kota Kretek itu berjanji akan menindak tegas ASN yang bersangkutan dan melindungi pelapor.

”Ya kalau ada tolong laporkan saya. Kami ini melayani dan memproses, yang kerja itu masyarakat dan swasta,” katanya kepada awak media.

Hal itu dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Terlebih lagi, meski menjabat sebagai ASN, orang tersebut tak bisa melakukan tindakan KKN seenaknya.

”Jadi jangan takut. Pelapor kita lindungi, dan yang terlapor akan kita selidiki,” tegasnya.

Untuk itu, Tamzil selalu mengimbau kepada ASN dilingkungan pemerintahan Kabupaten Kudus agar bisa profesional. Jangan sampai ikut kegiatan-kegiatan proyek milik pemerintah yang bukan tupoksinya.

”Kalau itu memang pihak ketiga ya serahkan kepihak ketiga. Kalau itu izin swakelola ya biarkan swakelola,” tegasnya.

Sebelumnya, Oknum ASN di lingkungan Pemkab Kudus diduga terlibat korupsi. Oknum berinisial RMG (39) itu diduga telah melakukan indikasi korupsi proyek pemerintah tanaman bibit sebesar Rp 200 juta pada tahun 2014 lalu.

Dari informasi yang didapatkan MuriaNewsCom, RMG adalah seorang staf Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. Sebelumnya ia tercatat sebagai staf di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kudus Prabowo Aji Sasmito saat dikonfirmasi membenarkan adanya oknum ASN di Kudus yang diduga tersandung kasus korupsi. Ia menceritakan awalnya bersangkutan ini dicurigai ada dugaan pencucian uang. Sebab aliran transfer di rekeningnya terbilang fantastis.

“Hanya setelah dilakukan penyelidikan oknum ASN ini ada indikasi telah melakukan korupsi tanaman bibit sebesar Rp 200 juta yang diadakan oleh Dinas PKLH kabupaten Kudus pada tahun 2014 lalu,” ucapnya saat ditemui di Kantornya belum lama ini.

Ia mengatakan, ASN tersebut telah melanggar Undang Undang 20 tahun 2001tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999  tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 12 huruf i.

“Ancamannya minimal empat tahun penjara. Saat ini Oknum ASN sudah ditahan di Kedung Pane Semarang sejak Rabu pekan kemarin. Untuk jadwal sidangnya kami masih belum tahu,”tutupnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...