MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dilapori Ada Warga Jepara Beol di Sungai, Ganjar Langsung Beri Bantuan

0 478

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat laporan dari warga, jika masih ada masyarakat di Jepara yang buang air besar (BAB) di sungai. Penyebabnya, mereka tak punya jamban.

Ini terjadi saat Ganjar memberikan sambutan dalam pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0719/Jepara di Desa Dudukawu, Kecamatan Kembang, Jepara, Selasa (26/2/2019). Saat itu Ganjar bertanya pada warga, siapa yang belum punya jamban.

Serentak ada enam orang yang langsung mengangkat tangan. Mereka juga mengaku selama ini terpaksa BAB di sungai, karena tak mampu membangun jamban.

”Bikin jamban butuh biaya paling tidak Rp 1 juta. Jadi terpaksa (BAB) di sungai. Kalau istri BABnya numpang tetangga,” kata Ngatman (41) salah satu warga yang tunjuk jari.

Mendapat laporan itu, Ganjar langsung memberi bantuan kepada enam warga tersebut. Masing-masing diberi uang sebesar Rp 1,5 juta. Uang tersebut harus digunakan untuk membangun jamban di rumahnya masing-masing.

“Salah satu syarat (rumah) keluarga itu harus punya jamban. Kami berharap tidak ada lagi rumah yang tak memiliki jamban,” katanya.

Dalam TMMD itu, berbagai pembangunan fisik maupun nonfisik menjadi sasaran. Salah satunya program jambanisasi.

Ada 15 rumah tangga yang mendapat bantuan jambanisasi dalam program TMMD ini. Nantinya, pembangunan akan dilakukan secara gotong royong antara warga dan anggota TNI-Polri.

“Program TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari dimulai hari ini sampai 27 Maret 2019 dengan mengerahkan lebih dari 1.200 tenaga,” kata Kol Fachrudi H, Dandim 0719/Jepara.

Jalan desa sepanjang 695 meter dengan lebar 2,5 meter juga menjadi salah satu sasaran pembangunan pada program tersebut. Fachrudi mengatakan, anggaran pembangunan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Jepara dan APBD Provinsi Jateng.

Selain itu, juga ada pembangunan rumah tidak layak huni, pemasangan instalasi listrik dan pembibitan.

“Total anggaran kegiatan ini mencapai Rp 650 juta. Semoga ini bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sini,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.