MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pelaku Teror Bakar Motor di Temanggung Dibekuk, Mengaku Dibayar Rp 1 Juta

0 2.530

MuriaNewsCom, Temanggung – Teror pembakaran motor di Temanggung beberapa waktu lalu terungkap. Jajaran Polres Temanggung berhasil membekuk dua orang pelaku pembakaran dua motor di rumah Sungkono (54) warga Kalisalam, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Temanggung.

Dua pelaku yang diamankan yakni Budi Waluyo (38) dan Eko Santoso (31). Keduanya juga warga Desa Ketitang. Pelaku ditangkap pada Jumat (22/2/2019) malam di tempat berbeda.

Dalam jumpa pers yang digelar polisi di Mapolres Temanggung, Sabtu (23/2/2019) salah satu pelaku mengaku jika aksi yang mereka lakukan karena disuruh oleh seseorang berinisial R. Mereka mengaku juga mendapat imbalan dari orang tersebut.

“Saya disuruh dan diberi imbalan Rp 1 juta. Kami disuruh memberi pelajaran kepada korban,” aku Budi.

Menurut pengakuanya, R juga yang mempunyai ide untuk membakar motor korban. Alasannya, R jengkel karena korban sering melontarkan kalimat kalimat menyakitkan.

Setelah melakukan aksi itu, ia juga tak melarikan diri. Meski demikian, ia mengaku menyesal dan minta maaf karena aksi yang mereka lakukan telah menimbulkan keresahan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan Polres Temanggung dan Jatanras Polda Jateng.

“Sampai hari ini telah berhasil menangkap dua orang tersangka baik itu yang membantu melakukan maupun eksekutornya,” katanya.

Baca : Teror Meluas, 2 Motor di Temanggung Juga Dibakar

Ia menyebut, kasus ini masih dalam pengembangan. Termasuk mendalami motif yang melatari aksi pembakaran motor tersebut.

“Tersangka dan korban ini saling kenal. Hanya beda dusun, dan satu kelurahan. Namun, untuk mengungkap motif, kami belum sempat kroscek korban lagi pasca adanya penangkapan ini,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika bertugas sebagai eksekutor yakni Budi, sementara Eko bertugas membantu membeli bensin.

Pihaknya juga masih mengembangkan kasus ini, apakah ada hubungan dengan aksi teror pembakaran kendaraan di daerah lain. Seperti di Kota Semarang, Kendal, Kabupaten Semarang, dan Grobogan.

“Kami akan maksimalkan penanganan perkara ini. Akan kami kembangkan, dan kemungkinan ada tersangka lain,” terangnya.

Untuk tersangka Budi kini dijerat dengan pasal 187 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Sementara Eko dikanai pasal 55 atau 56 KUHP karena turut serta dalam aksi kejahatan.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.