MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pentas Kesenian Tradisional di Blora Bakal Digelar Tiap Pekan

0 139

MuriaNewsCom, Blora – Selain pembenahan infrastruktur dan penanggulangan kemiskinan, upaya pelestarian kesenian tradisional juga menjadi perhatian serius Pemkab Blora. Indikasinya, mulai pertengahan tahun 2019 ini, Pemkab Blora merencanakan untuk menggelar pentas kesenian tradisional secara rutin tiap akhir pekan.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir, sudah rutin digelar pentas wayang kulit tiap malam Jumat Pon di pendapa rumah dinas. Terkait pentas rutin ini, ia sering mendapat protes dari banyak seniman. Mereka meminta agar kesenian lainnya juga ikut ditampilkan.

“Saya diprotes banyak seniman. Kenapa Pak Kokok (sapaan akrabnya) hanya senang wayang kulit saja?. Padahal kesenian lainnya juga butuh wadah untuk tampil agar dikenal sekaligus mengenalkan potensi seni budaya kepada generasi penerus,” kata Djoko saat menghadiri pentas wayang kulit malam Jumat Pon di rumah dinasnya.

Terkait masukan dari seniman itu, Pemkab Blora kemudian membinik rencana pembangunan Stadium Seni Budaya di Taman Tirtonadi. Saat ini, proses pembangunan lokasi pementasan seni tradisional masih berjalan.

“Kalau wayangan ini digelar sebulan sekali setiap malam Jumat Pon, nanti setelah Stadium Seni Budaya selesai dibangun maka setiap malam minggu harus ada kesenian tradisional yang tampil. Tidak hanya wayang kulit saja, namun juga tayub, barongan dan kethoprak. Ini semua adalah jati diri kita sebagai bangsa yang harus dilestarikan,” cetusnya.

Meski pembangunan panggung terbuka Stadium Seni Budaya Tirtonadi masih tahap penyelesaian, namun Djoko sudah meminta agar pihak Dinporabudpar mulai menjadwalkan pentas mingguan kesenian tradisional. Pentas rutin tiap pekan itu dijadwalkan bisa dimulai setelah pertengahan tahun nanti.

“Nanti kegiatannya dimasukkan ke APBD Perubahan 2019 saja. Selain sebagai bentuk pelestarian, sekaligus hiburan masyarakat setiap akhir pekan. Lakukan inovasi agar seni tradisional ini bisa disukai generasi muda kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Blora Sukarno menyambut baik rencana untuk menggelar pertunjukan seni budaya secara rutin. Menurutnya ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap seluruh seniman di Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah, semua seniman nantinya bisa terlibat. Dengan begitu seni budaya di Blora semakin ngremboko (berkembang). Blora akan semakin dikenal sebagai Kota Seni, Kota yang berbudaya. Terlebih Blora memiliki banyak sekali potensi kesenian tradisional yang patut ditampilkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.