Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kaget Rumahnya Tersambar Petir, Bocah di Jekulo Meninggal Dunia

0 1.279

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan deras disertai angin dan petir yang siang hari tadi melanda Kota Kretek ternyata memakan korban. Seorang bocah warga Desa Honggosoco RT 1/ RW 4 Kecamatan Jekulo, meninggal dunia setelah televisi yang dia tonton di rumahnya tersambar petir pada saat hujan mengguyur Kecamatan Jekulo, Jumat (22/2/2019) siang.

Adalah M Dani Setyawan (11) siswa kelas lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Hadipolo yang menjadi korbannya. Putra Bapak Kardono tersebut dinyatakan meninggal dunia karena kaget saat mendengar sambaran petir di atas rumahnya. Kepastian tersebut didapat setelah pihak yang bersangkutan diperiksa di Rumah Sakit Mardirahayu Kudus.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan jika otak korban sudah tidak berfungsi dan jantung sudah melemah. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan luka akibat penganiayaan ataupun akibat tersambar petir, sehingga dimungkinkan korban meninggal karna jantung lemah.

Kejadian bocah mendadak meninggal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Jekulo, Iptu Supartono. Ia menjelaskan kronologi terkait kejadian tersebut. Ia menjelaskan jika korban sesang menonton televisi saat sambaran petir berlangsung. Sambaran petir sendiri diduga kuat menyambar antena TV korban.

“Karena antena yang disambung bambu tersebut langsung jatuh,” ungkapnya.

Keluarga korban tampak shock setelah mendengar kepastian jika anaknya meninggal dunia (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Dikatakan Supartono, korban (Dani) sempat membalas pertanyaan pamannya Abdul (47) soal apakah di dalam rumah listrik padam. Namun selang beberapa detik, korban langsung tak sadarkan diri.

“Dijawab iya namun setelahnya kejang-kejang dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Saat mengetahui Dani terkapar, Abdul lantas menyuruh Efendi (37) yang juga paman korban untuk memanggil bidan ataupun mantri desa. Hanya, bidan dan mantri tidak berani untuk menangani karena keterbatasan alat medis.

“Korban diusulkan untuk dibawa ke rumah sakit, dan dinyatakan meninggal dunia di sana,” tandas Supartono.

Selain menimbulkan korban jiwa, hujan disertai angin yang melanda Kecamatan Jekulo siang tadi juga menimbulkan banjir bandang di sekitaran Jalan Pantura Kudus-Pati, tepatnya di dekat Terminal truk Klaling. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya, kerugian material bisa mencapai Rp 30 juta.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.