MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Blora Bakal Perbaiki Basis Data Terpadu Kemiskinan, Kemensos Beri Lampu Hijau

0 135

MuriaNewsCom, Blora – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Blora yang diketuai oleh Wakil Bupati Arief Rohman melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka konsultasi dan memaparkan rencana TKPK Blora untuk menurunkan angka kemiskinan.

Salah satu hal yang akan dilakukan dalam menurunkan angka kemiskinan adalah melaksanakan perbaikan basis data terpadu (BDT) pada aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG) tentang kondisi kemiskinan Kabupaten Blora.

“Kita akan lakukan secepatnya pendataan ulang untuk perbaikan BDT ini. Terimakasih Pak Dirjen PFM dan Pusdatin Kemensos yang telah memberikan dukungan dan kiat khusus terkait updating BDT ini. Kuncinya adalah kerja keras, dan kemauan yang tinggi dari tingkat desa. Ujung tombak pendataan ini ada di desa, karena Kades dan perangkatnyalah yang paham kondisi masyarakatnya,” terang Arief Rohman.

Menurut Arief, Dirjen PFM telah menyarankan agar masing-masing desa bisa menganggarkan kegiatan pendataan kemiskinan di wilayahnya melalui dana desa. Sehingga dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik saja, namun juga pendataan kemiskinan yang hasilnya bisa digunakan untuk dasar kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Blora yang diketuai oleh Wakil Bupati Arief Rohman saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Kemensos. (MuriaNewsCom/Istimewa)

Dalam waktu dekat, Dinsos P3A Kabupaten Blora juga akan mengajukan pelatihan pendataan kemiskinan ke Pusdatin Kemensos RI. Dimana, pihak Pusdatin Kemensos telah bersedia melakukan pelatihan kepada petugas admin BDT dari Kabupaten Blora.

Jika BDT telah selesai diperbaiki dan benar-benar valid, maka hal ini akan dijadikan dasar pembagian bantuan sosial dan penyusunan program penanggulangan kemiskinan.

Untuk diketahui angka kemiskinan di Kabupaten Blora tahun 2018 kemarin sebesar 11,90 persen dari seluruh jumlah penduduk, atau sekitar 102.500 jiwa.

Penurunan kemiskinan rata-rata tiap tahunnya sejak 2016 hingga 2018 sebesar 0,7 persen. Targetnya, pada akhir masa kepemimpinan Djoko-Arief nanti, kemiskinan bisa di kisaran 9-10 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya perbaikan BDT yang akan dilakukan Pemkab Blora bersama TKPK tersebut.

“Kami selalu terbuka, siap memberikan arahan kepada Pemkab Blora dan TKPK nya agar kemiskinan segera berkurang sebagai usaha mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Kuncinya adalah perbaikan data kemiskinan, sehingga sasaran bansosnya tepat,” jelasnya.

Menurut Andi, perbaikan atau updating data kemiskinan yang ada dalam BDT memang sangat perlu dilakukan agar bisa diketahui secara detail dan valid kondisi kemiskinan terkini. Terlebih kondisi ekonomi masyarakat selalu berubah, sehingga data kemiskinan harus diupdate agar program bantuan pemerintah bisa tepat sasaran.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.