Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tamzil Larang Truk Lewat Jalur dalam Kota

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil mulai geram dengan para pengendara truk-truk besar yang tak mengantongi izin sengaja melewatkan kendaraan besarnya di jalanan dalam kota. Ia bahkan kerap memergoki beberapa truk bermuatan pasir melewati Alun-alun Simpang Tujuh di pagi hari.

“Padahal itu ada banyak orang joging,” ucap Tamzil dengan raut jengkel.

Tak hanya truk, bus yang tak mempunyai izin untuk masuk ke jalan kota juga menjadi sorotannya. Hal ini seharusnya tidak terjadi di jalanan kota di Kabupaten Kudus. Ia beralasan jalan lingkar Kudus sudah layak untuk dilalui truk-truk tersebut.

“Kudus saja kok lewat kota, jalan lingkarnya itu tidak panjang. Karena itu kita larang truk (tak berizin) masuk jalur dalam kota,” jelasnya.

Pelarangan Tamzil terkait hal ini bukan tanpa alasan. Pihaknya hanya ingin melindungi para pengendara sepeda motor saat melintasi jalanan kota. Ketertiban lalu lintas juga diharapkan tercapai jika para truk membandel tersebut tidak masuk kota.

“Kan tidak lucu kalau ada kecelakaan di Kota gara-gara truk, nanti kita tertibkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Abdul Halil melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Putut Sri Kuncoro, mengaku jika pihaknya bersama Polres Kudus telah menindak tegas para pengendara truk yang membandel. Menurutnya, penindakan sudah dilakukan sejak awal Januari.

“Puluhan truk sudah terjaring pada penindakan tersebut,”  jelas Putut.

Putut juga menerangkan, pihak kepolisian akan siap menilang jika pengendara masih tetap membandel dan melewatkan kendaraanya di jalan kota di jam berapapun. Adapun jalan yang tidak boleh dilalui truk besar, yakni Jalan Sunan Muria, Jalan A. Yani, Jalan Ramelan, Jalan Sunan Kudus dan Jalan Loekmono Hadi.

“Kami sudah berkoordinasi terkait hal ini,” ucapnya.

Terkait asal truk, mayoritas truk berat yang masuk ke kota rata-rata berasal dari arah barat dan utara menuju ke selatan. Sebagian besar truk tidak memiliki izin melintas. Untuk truk besar dari perusahaan rokok Kudus yang kerap melintas di jalanan kota, pihaknya mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Lokasi peruasahaan mereka ada di kota, kami sarankan untuk melintas di jalan lingkar, misalnya truk dari perusahaan rokok Kaliputu,  dari arah selatan bisa melintas di jalur lingkar barat lalu masuk lingkar utara, masuk ke arah Kaliputu, perusahaan lainnya menyesuaikan tempat,” tandas Putut.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...