MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dongkrak Kenaikan Pengunjung Wisata di Blora, Pokdarwis Diminta Gencarkan Promosi

0 135

MuriaNewsCom, Blora – Selain dari instansi terkait, upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata di Blora perlu dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pelaku Usaha Pariwisata.

Hal itu disampaikan Bupati Djoko Nugroho dalam acara pembinaan Pokdarwis dan Pelaku Usaha Pariwisata se-Kabupaten Blora. Acara ini dihadiri juga oleh Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamudji dan Dosen di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Eko Suseno selaku pembicara.

“Kita ini sedang giat membangun sektor pariwisata. Nah, salah satu kunci keberhasilan pariwisata adalah promosi. Untuk itu, kami minta Pokdarwis ikut menggencarkan promosi pariwisata supaya orang tertarik datang ke Blora,” kata Djoko.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho kemudian mencontohkan keberhasilan Kabupaten Banyuwangi. Melalui promosi yang gencar, Kabupaten Banyuwangi dinilai sukses mendatangkan banyak wisatawan.

“Coba kita lihat Banyuwangi. Promosinya luar biasa dan mereka sukses menjual daerahnya. Pokdarwis kita juga harus bisa menirunya,” katanya.

Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamudji menginginkan terdapat minimal satu desa wisata di setiap kecamatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan geliat pariwisata di Kabupaten Blora. “Sebagai permulaan, target pengunjung kita adalah warga lokal Blora dulu,” ujar Slamet.

Sementara itu, Eko Suseno menyatakan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh Pokdarwis pada umumnya. Yakni, belum adanya pemahaman yang utuh mengenai Pokdarwis, kelembagaan Pokdarwis belum terorganisir dengan baik, pengemasan produk dan paket wisata kurang kreatif dan menarik, kapasitas dan kompetensi SDM kurang memadai.

Tantangan lainnya adalah belum optimalnya peran stakeholder, pola manajemen partisipasi masyarakat belum optimal dikembangkan, penetapan target pasar dan program pemasaran yang belum terarah.
“Untuk itu, diperlukan sinergi antara para pemangku kepentingan di sektor pariwisata ini. Yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat,” terang Eko.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.