MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PNS di Sragen Urunan Bantu Turunkan Kemiskinan, Gus Yasin Ajak Warga Jujur

0 132

MuriaNewsCom, Sragen – Ada program yang cukup unik untuk menekan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Sragen. Yakni para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sragen urunan secara sukarela.

Dana hasil urunan ini dimasukkan dalam program Mitra Kesejahteraan Rakyat (Matra). Dan ternyata program ini sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

Hingga Desember 2018, dana yang sudah terkumpul melalui program urunan ini sudah mencapai Rp 13.099.282.372.

Ini dikatakan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno di sela Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Pendapa Sumonegaran, Sragen, Selasa (19/2/2019). Rakor itu dipimpin Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

“Dana yang terkumpul dari urunan untuk program Matra itu tiap bulan rata-rata Rp 80 -100 juta,” katanya.

Ia menyebut, selain Matra ada juga program lain. Yakni Sarase Warga Sukowati (Saraswati) sebagai program penurunan angka kemiskinan yang fokus bergerak di bidang kesehatan, Rumah Sehat Layak Aman Warga Sukowati (Ruselawati).

Ada juga Santunan Uang Duka Cita (Sangduta) masing-masing Rp 1 juta dan beasiswa mahasiswa miskin yang berkuliah di PTN Pulau Jawa.

Dedy menyebut, angka kemiskinan di wilayahnya sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Jika pada tahun 2014 data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka kemiskinan Sragen sebesar 14,87 persen, menurun 0,01 persen menjadi 14,86 persen di tahun 2015.

Angka kemiskinan terus berkurang, pada tahun 2016 menjadi 14,38 persen, pada tahun 2017 sebesar 14,02 persen, dan pada tahun 2018 sebesar 13,12 persen.

”Tahun 2019 kami mengalokasikan anggaran Rp 27.386.539.000 untuk program-program penanggulangan kemiskinan. Terdiri dari Rp 14,5 miliar untuk program Saraswati, RTLH sejumlah Rp 515 juta, beasiswa miskin untuk mahasiswa PTN Rp 1,2 miliar, beasiswa miskin untuk siswa SD Rp 160 juta, dan beasiswa miskin untuk siswa SMP sebesar Rp 50 juta,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut jika kunci sukses menurunkan angka kemiskinan di Jateng adalah dengan Basis Data Terpadu (BDT) yang valid dan terus diperbaharui.

Selain itu, ia juga meminta warga untuk jujur mengakui kondisi riil ekonominya.

“Kami ingin kepala desa bahkan masyarakat, mari integritas kita munculkan. Nek ora mampu, ngomong ora mampu, nek sugih ngomong sugih (kalau tidak mampu bilang tidak mampu, kalau kaya bilang kaya),” tegasnya.

Pihaknya telah mengirim surat edaran kepada kepala daerah agar menginstruksikan kepala desa di seluruh wilayah agar dapat menempelkan daftar penerima bantuan di kantor desa. Sehingga bisa diketahui dan dinilai oleh publik apakah sudah benar-benar valid.

“Tetapi masih banyak kepala desa, bahkan masih sekitar 50 persen, yang belum memasang itu. Saya ingin data itu terbuka,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.