Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Suami Pembunuh Istri di Undaan Kudus Diancam 15 Tahun Penjara

0 709

MuriaNewsCom, Kudus – Sugeng (38) tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan nyawa istrinya Dewi Murtosiyah (22) warga Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Kudus pada sembilan Febuari lalu sudah diamankan pihak kepolisian.

Sugeng tega membunuh istrinya lantaran kesal saat disuruh mengganti popok anaknya. Ia pun terjerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Pidana KDRT. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto, ketika dikonfirmasi menyatakan masih meminta keterangan sejumlah pihak. Siang kemarin, sejumlah keluarga korban didengar kesaksiannya.

“Soal Sugeng, berdasarkan data kami miliki, pihaknya belum pernah mempunyai catatan kriminal,” tandas Rismanto.

MuriaNewsCom coba mencari tahu siapa dan bagaimana sebenarnya Sugeng ini. Dari keterangan yang dihimpun dari beberapa tetangga, Sugeng dikenal sebagai sosok yang pendiam. Bahkan Ia cenderung tertutup dengan tetangga sekitarnya. Ia pun sangat irit bicara saat berkomunikasi dengan mereka.

Baca Juga:

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Lambangan, Masijan. Ia mengatakan baik Sugeng maupun Dewi sedikit tertutup dengan tetangga. Hanya, Dewi (korban) masih sering bertegur sapa dengan tetangga.

“Sugeng yang memang cenderung tertutup,” ucap Masijan pada MuriaNewsCom.

Terkait pekerjaan, dikatakan Masijan, Sugeng sebenarnya pernah menjadi tukang kayu di Jepara. Lantas karena sepi, Ia banting stir menjadi kuli bongkar pasir di Kudus.

“Saya rasa cukup, sekalipun pas-pasan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi terkait jatah uang belanja yang diberikan yakni sebesar Rp lima ribu, pihaknya megaku kaget. Hanya, Masijan beranggapan jika mungkin Sugeng memang orang yang hemat.

“Karna tiap sore sekali bongkar biasanya dapat Rp tigapuluh sampai Rp empatpuluh ribu,” jelasnya.

Fakta baru didapatkan di lapangang. Menurut keterangan Masijan, Sugeng masih tenang saat menyambut para warga yang akan tahlilan di rumahnya. Tidak ada raut muka bersalah di wajah Sugeng saat itu.

“Semua sudah curiga, tapi dia di beberapa malam tahlilan juga masih ada di sana (rumahnya),”

Akibat kejadian tersebut, pihaknya mengimbau bila warga memperoleh informasi soal tindak kekerasan di rumah tangga dapat segera dilaporkan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

“Ini sangat mengagetkan yang jelas,” tandas Masijan.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.