MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren! SMK Migas Cepu Sekarang Punya Kelas Industri Toyota

0 252

MuriaNewsCom, Blora – SMK Migas Cepu Kabupaten Blora pada tahun ini resmi meluncurkan kelas industri Toyota (KIT). Peresmian kelas Industri Toyota ini dilakukan Bupati Blora Djoko Nugroho pada Sabtu (16/2/2019) kemarin. Dalam kesempatan itu dilakukan pula peresmian ruang praktik bagi siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Teknik Perminyakan serta pameran pendidikan yang dilangsungkan di Kampus II SMK Migas Cepu.

Kepala SMK Migas Cepu Kris Budiyanto mengungkapkan, saat ini SMK Migas memiliki 7 jurusan. Yakni, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik (ITL), Teknik Permesinan (PEM), Teknik Elektronika Industri (EKI), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Pemboran Migas (BOR), Teknik Produksi Migas (PRD) serta Teknik Pengolahan Migas & Petrokimia (PMP).

“Untuk kelas industri Toyota ini merupakan pengembangan dari Kelas Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) yang sudah ada sebelumnya. Kami mengapresiasi pihak Toyota dalam hal ini PT. Toyota Surya Indah Motor yang telah mempercayai SMK Migas Cepu untuk mebuka Kelas Industri Toyota,” katanya.

Bupati Blora Djoko Nugroho saat memberikan sambutan di depan para siswa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Djoko Nugroho menyatakan, saat ini, kejuruan merupakan prioritas utama pembangunan pendidikan. Bahkan, presiden juga telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusiaIndonesia yang menjadi arah pembangunan pendidikan vokasi ke depan.

Menurut Djoko, Pemkab Blora akan berusaha membantu semaksimal mungkin demi majunya pendidikan SMK yang ada diwilayahnya. Salah satunya adalah dengan melakukan penghapusan kendaraan yang sudah masuk masanya sesuai dengan aturan yang ada sehingga tidak perlu lelang.

“Kendaraan itu kemudian diberikan kepada SMK-SMK yang mebutuhkan guna penyediaan alat praktik yang baik terutama untuk jurusan mesin dan otomotif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jateng Kustri Saptono menambahkan, selain demografi, kepemilikan alat praktek yang tidak sebanding dengan perkembangan jaman merupakan isu nasional mengenai sekolah Kejuruan yang perlu segera dicari solusinya.

“Kebanyak sekolah kejuruan, alat praktiknya buatan abad 19, gurunya abad 20, sedangkan muridnya dipersiapkan untuk abad 21. Harus terus ada penyesuaian atau upgrade fasilitas agar tidak ketinggalan,” ungkapnya.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.