Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Di Kudus, Tangkap Pelaku Vandalisme Dapat Hadiah Rp Satu Juta

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil menyatakan siap memberi hadiah kepada warga yang dapat memberikan informasi terkait pihak-pihak yang mencorat-coret dinding-dinding di Kota Keretek. Ini karena aksi vandalisme itu dinilai sudah keterlaluan dan mengotori wajah Kabupaten Kudus.

Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Kota Kretek itu bahkan menyiapkan uang sebesar Rp satu juta bagi warga yang bisa menangkap oknum membandel tersebut. Dikatakan Tamzil, ini merupakan bentuk keseriusannya dalam mengejar Adipura Kencana.

”Kami sangat menyayangkan dinding dicorat-coret dengan hal yang tidak baik,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak pemkab sebenarnya tidak melarang kreativitas anak muda di Kudus dalam hal seni mural. Hanya, kegiatan tersebut harus dilakukan di tempat dan harus punya nilai artistik.

”Tidak sekedar mencorat-coret yang terkadang menimbulkan hal-hal yang tidak baik,” paparnya.

Tamzil pun menjanjikan, apabila warga khususnya anak muda mempunyai kemampuan melukis mural, pihaknya siap memfasilitasinya. Misalnya, dengan menggelar lomba lukis mural bertema tertentu. Selain bisa menyampaikan pesan, kegiatan tersebut dapat menambah sisi artistik kota.

”Selain mempunyai nilai seni, ada nilai edukasinya,” jelasnya

Terkait hadiah, dia menegaskan hal tersebut akan benar-benar diberikan kepada pihak yang dapat membawa pelaku corat-coret di dinding ke pendapa. Dia meminta jangan ada pihak yang melakukan tindak kekerasan kepada pelaku.

”Jangan direkayasa tapi,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Kota, Catur Widiyatno, menambahkan jika di wilayahnya memang banyak dijumpai dinding yang dicorat-coret tidak karuan. Selain ditulisi kata-kata tidak pantas, ada pula yang justru menimbulkan kesan jorok.

”Ini seperti bencana sosial,” paparnya.

Ia  pun mengatakan jika Seharusnya kreativitas disalurkan dengan tepat. Dia sepakat bila kemampuan melukis di dinding dapat diatur sedemikian rupa.  Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

Salah satunya, dengan memberi wadah berupa perlombaan atau ruang melukis. Pihaknya pun juga  meminta kepada desa dan lurah di wilayahnya untuk segera membersihkan dinding yang dicorat-coret tidak jelas.

”Kami mendukung upaya seperti itu,” tandas Catur.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.