MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Siap Subsidi Biaya Transport Petani yang Jual Cabai dan Bawang ke Luar Jawa

0 413

MuriaNewsCom, Semarang – Petani bawang di sejumlah daerah di Jawa Tengah kini tengah menjerit akibat harga jual yang anjlok. Sebelumnya petani cabai juga mengeluhkan hal serupa.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan, pemprov tak akan tinggal diam dengan masalah ini. Tak hanya memerintahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) membeli cabai dan bawang langsung ke petani, tetapi juga mengupayakan menjual komoditas tersebut ke luar Jawa.

Bahkan Ganjar menyebut, pihaknya tengah menyiapkan skema untuk memberi subsidi transportasi untuk petani yang menjual produknya ke luar Jawa.

Ini dikatakan Ganjar ketika beraudiensi dengan Anggota Komisi XI DPR RI di Semarang, Kamis (14/2/2019).

”Saya sudah menemukan pasar yang bagus di luar Jawa. Di Padang, Kalimantan Tengah dan Selayan, serta di Batam,” katanya.

Bahkan beberapa waktu lalu telah dicoba mengirim hasil pertanian dari Kebumen ke Padang. Biaya ekspedisi yang dikeluarkan sebesar Rp 4,7 juta per ton dengan waktu tempuh tiga hari.

Sebenarnya lanjut dia, jarak waktu itu bisa dipangkas jika pengiriman menggunakan pesawat terbang. Namun persoalannya saat ini adalah, biaya kargo pesawat terbang semakin mahal.

“Sekarang biaya kargo naik dari yang semula Rp 12.000 perkilogram menjadi Rp 34.000 per kilogram. Ini juga menjadi kendala proses pengiriman ke luar Jawa, untuk itu kami minta bantuan dari Komisi XI agar bisa dibantu,” tambahnya.

Baca : Harga Bawang Merah di Pati Anjlok, Petani Kelimpungan

Pihaknya juga akan menego Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo khusus. Nantinya, sebagian besar produk pertanian akan dikirim ke daerah-daerah itu, biaya transportasi disubsidi oleh pemerintah.

Meski demikian, pihaknya masih mencari mekanisme untuk program subsidi transportasi tersebut. Apakah nantinya menggunakan dana dari pemerintah, CSR, atau dari sektor lain.

“Bahkan kami juga memiliki ide untuk pinjam punya (pesawat) tentara. Jadi pengiriman hasil pertanian ke luar Jawa itu menggunakan pesawat Hercules. Namun ini mesti izin dulu dengan Mabes TNI AD,” terangnya.

Pada intinya lanjut Ganjar, semua tindakan darurat untuk mengatasi persoalan anjloknya harga pertanian secepatnya dilakukan. Hal itu dikarenakan untuk mengendalikan inflasi yang ada di Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno mengatakan siap membantu untuk mengatasi persoalan anjloknya harga-harga pertanian. Bahkan ia siap meminta Menteri Perhubungan untuk memberikan diskon kargo bagi komoditas pertanian.

“Memang, tindakan darurat harus dilakukan untuk menjaga inflasi. Anjloknya harga pertanian ini kalau tidak diatasi serius pasti akan berdampak pada inflasi,” pungkasnya.(lhr)

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.