MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Truk Tangki Air di Kudus Mulai Padati Terminal Curah PDAM

0 348

MuriaNewsCom, Kudus – Penutupan 19 usaha depo air tak berizin di lereng Gunung Muria kemarin, berdampak pada naiknya permintaan isi ulang di terminal curah milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Tiap harinya, ratusan truk tangki air silih berganti memadati terminal yang berada di di Dukuh Madu, Desa Cendono, Kecamatan Dawe tersebut.

Direktur Utama PDAM Kudus, Ahmadi Syafa membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya penambahan truk memang mulai terjadi belakangan ini. Meskipun jumlahnya tidak langsung banyak, tapi tetap ada penambahan

“Ada tambahan sekitar 15 rit truk setiap hari yang mengambil air di terminal curah,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Pihaknya pun telah mengantisipasi kenaikan ini. Kini 200 rit dipersiapkannya untuk memenuhi kebutuhan air curah setiap harinya. Apabila akan terjadi peningkatan kembali, PDAM siap menambah suplai dari sumur produksi yang ada. Ia juga menambah dua pipa penyalur air tambahan untuk mengurai antrian.

“Sudah siap semua dalam hal ini,” jelas Syafa.

Terminal curah sendiri sudah diioperasikan sejak tahun 2016. Setiap harinya rata-rata melayani sekitar 100 rit truk tangki kapasitas 5.000 liter hingga 7.000 liter. Untuk harga sendiri berada di nominal  Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu.

Di terminal curah sekarang ini terdapat tujuh pipa penyalur ke truk tangki.  Ini digunakan untuk memecah antrian yang kadang membludaki jalan sepanjang terminal air.

“Sekarang ada tujuh pipa dengan dua pompa,” rinci Syafa.

Dengan hal ini, Syafa mengharapkan jika ini bisa jadi ini solusi setelah adanya pelarangan pengambilan air di kawasan Muria. Terminal air curah juga bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pengusaha depo air isi ulang.

“Daripada kucing-kucingan dengan petugas, mending ke terminal saja, aman,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik depo isi ulang, Heru (54) asal Demak, mengaku pembelian air curah dari PDAM lebih menguntungkan. Harga air per tangki yang diperoleh dari air permukaan lereng Muria harganya tidak jauh berbeda, yakni hanya berselisih sekitar Rp 5 ribu dari air PDAM.

“Kalau dihitung secara keseluruhan dari pengeluaran bahan bakar, penyusutan ban dan kanvas rem untuk naik ke atas lereng Muria, pembelian air dari PDAM  menjadi lebih murah,” paparnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.