MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Petani Bawang Merah Pati Nilai Pemerintah Kurang Perhatian

0 267

MuriaNewsCom, Pati – Harga bawang merah yang terus mengalami penurunan, membuat nasib para petani semakin tak menentu. Mereka menilai, penanganan pemerintah terkait menurunnya harga bawang tersebut, selama ini belum maksimal.

Mengingat, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, harga bawang dari petani justru tidak lebih dari Rp 10 ribu per kilogram. Padahal, untuk harga aman seharusnya adalah Rp 15 ribu.

“Kalau seperti ini terus, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Lahan juga tidak mungkin apabila ditanami tanaman lain,” kata Jasman, salah seorang petani bawang di Desa Bangsalreji, Kecamatan Wedarijaksa, Rabu (13/2/2019).

Ia menambahkan, memang pemerintah sudah memberikan bantuan bibit. Tetapi kalau harganya tidak diatur sendiri, tetap petani yang rugi. Ditambah harga obat untuk perawatan bawang merah juga mahal.

“Ongkos yang paling banyak itu memang di pembelian obat. Kalau obatnya dapat subsidi, mungkin kerugian apabila harganya menurun, hanya sedikit,” ujarnya.

Selain kebijakan terkait  pematokan harga eceran terendah, pihaknya juga meminta agar obat untuk perawatan bawang merah juga mendapatkan subsidi dari pemerintah seperti halnya subsidi pupuk.

Jasman bercerita, untuk ongkos produksi satu hektare tanaman bawang merah, bisa menghabiskan Rp 30 hingga Rp 40 juta. Jika harga jual bawang menurun pada saat panen, tentunya uang yang didapatkan dari hasil penjualan bawang tersebut tidak akan mampu menutup ongkos produksi.

“Kami harap pemerintah lebih perhatian lah, agar petani bawang ini juga bisa sukses,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.