MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kebangetan! Penderita Difabel di Jepara Ini Diduga Disekap dan Dianiaya Ibu Tiri

0 2.420

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang wanita warga Desa Suwawal Barat, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, berinisial SR (43), diamankan petugas Satreskrim Polres Jepara, Rabu (13/2/2019) siang. Wanita ini dimintai keterangan polisi karena diduga telah menyekap anak tirinya.

Tak hanya disekap, anak tirinya itu juga diduga sering dianaya. Padahal anak tirinya itu merupakan seorang difabel. Korbannya berinisial ME (21), yang terlahir sebagai anak tuna grahita.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo membenarkan hal ini. Namun demikian pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia menyebut, saat ini pihaknya masih mendalami dan menindaklanjuti kasus ini. Pihaknya belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut, karena jajarannya masih melakukan pendalaman.

“Iya memang ada laporan, dan kami sudah mengamankan si terlapor. Tapi untuk lebih lanjut nanti kami akan sampaikan. Saat ini masih didalami kasusnya,” ujar AKP Mukti Wibowo, Rabu (13/2/2019).

Sementara itu, Mukarsih (45), ibu kandung ME menyebut, tindakan penyekapan dan penganiayaan ini bermula saat ME ingin bertemu dengan ayah kandungnya. Selama sebulan terakhir, anaknya tinggal bersama ayah dan ibu tirinya itu.

Namun selama di sana, anaknya mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya itu. Kabar ini diterimanya dari saudara mantan suaminya, yang kebetulan menaruh perhatian pada anaknya.

“Kabar yang saya terima anak saya disekap selama 3 hari tidak dikasih makan. Sebelumnya saya juga diberitahu anak saya dipukuli oleh dia (ibu tiri korban),” ujar Mukarsih.

Mukarsih akhirnya menjemput anaknya pada Jumat (8/2/2019) setelah mendengar anaknya disekap dan tidak diberi makan. Anaknya juga diketahui sampai berak dan kencing di tempat di mana dia disekap.

Tak terima, ia pun langsung melaporkan kasus ini ke polisi. Hingga akhirnya, SR yang diduga menjadi pelaku penganiayaan diamankan petugas dari Polres Jepara.

Sementara itu, Muji Susanto dari Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jepara juga membenarkan kejadian ini. Pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap korban dan ibu kandungnya, saat diminta keterangan di Polres Jepara.

Dalam hal ini pihaknya juga memberikan bimbingan konseling terhadap korban dan ibu kandungnya. Mengenai penanganan hukumnya, pihaknya sudah menyerahkan kepada pihak Polres Jepara.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.