MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bikin Geram! Taman Ganesha Kudus Sering Dijadikan Tempat Mesum

0 336

MuriaNewsCom, Kudus– Taman Ganesha di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota  disinyalir kerap dijadikan ajang tidak senonoh oleh para muda-mudi di Kabupaten Kudus. Beberapa pasangan pun kerap dijumpai di sudut-sudut taman tersebut.

Fenomena inilah yang diresahkan oleh bebepa pihak. Tak terkecuali oleh pemerintah daerah dan pemerintah desa setempat.

Lurah Purwosari, Teguh Widodo mengaku geram dengan fenomena tersebut. Ini dikatakannya sudah melampaui batas. “Sangat sering bahkan sempat ditegur,” jelasnya.

Terkait hal tersebut pihaknya mengusulkan jika kedepannya Taman Ganesha bisa dibangun pagar sekeliling dan diberi pintu masuk. Ini diperuntukkan guna melindungi fasilitas publik yang disalahgunakan tersebut. Pihaknya tidak dapat memerintahkan petugas kelurahan memantau kawasan tersebut 24 jam. Pantauan dilakukan sebatas pada jam kerja saja.

“Saya rasa itu perlu (pemagaran dan pintu masuk). Supaya tidak disalah gunakan,” terang Teguh.

Untuk sistemnya, dengan dibangunnya pagar, taman akan beroprasi hingga sore saja. Menjelang malam, taman bisa digembok untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi pengunjung hanya bisa sampai sore saja,” rincinya.

Upaya lain yang diusulkan adalah menambah lampu di taman. Adanya lampu yang bersinar terang diharapkan membuat pasangan yang akan berbuat macam-macam menjadi enggan. Sebenarnya, pemasangan lampu sudah dilakukan, hanya selang beberapa hari pemasangan, lampu-lampu tersebut pecah.

”Namun, entah mengapa lampu banyak yang mati,”

Antisipasi berikutnya berupa penataan pedagang kaki lima. Keberadaan pedagang tentu membuat ruang gerak pasangan terbatas.

”Jangan sampai taman disalahgunakan untuk kepentingan lainnya,” jelasnya.

Terpisah, Camat Kota, Catur Widiyatno, mengatakan, terkait pembangunan pagar keliling belum perlu dilakukan. Ia menyarankan yang perlu dilakukan pertama kali adalah penataan vegetasi di sekitar taman. Selama ini memang vegetasi sangat menutupi bagian dalam taman.

”Jika diberi pagar, sisi estetikanya berkurang,” ungkapnya.

Selain itu, sudah adanya petugas keamanan sekolah dekat taman dinilainya bisa membuat pihak-pihak yang berbuat macam-macam berfikir ulang.

“Harusnya mereka was-was dan merasa diawasi,” tandas Catur.

Editor: Supriyadi

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.