MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Over Hingga 200 Persen, Kapasitas Rutan Kudus Diambang Batas

0 205

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus saat ini bisa dikatakan melebihi kapasitas atau overload. Ini bisa dilihat dari mulai bejubelnya para warga binaan saat berada di dalam kamar ataupun saat berada di luar kamar.

Dari pantaun MuriaNewsCom terkait kondisi di Rutan, memang ada beberapa kamar sel yang tampak sangat sesak. Selain karna banyaknya warga binaan yang mendiami kamar tersebut, barang-barang dari mereka juga tampak memenuhi setiap sudut-sudut kamar.

Kepala Sub Bidang  Pelayanan Tahanan, Eko Budiharto membenarkan hal tersebut. Menurutnya overload di Rutan Kudus sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Ini dikarenakan jumlah warga binaan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Penambahan ini berasal dari Kudus sendiri maupun dari luar Kudus.

“Bahkan ada warga binaan asing dari Nigeria dan India pindahan dari Pekalongan,” terang Eko saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan kapasitas Rutan sudah melebihi standart toleransinya. Tercatat, ada sebanyak 331 warga binaan pemasyarakatan yang mendiami rutan dengan luas tanah 4.108 meter persegi serta luas bangunan 3.108 meter persegi tersebut.

Untuk 331 warga binaan sendiri, rinciannya adalah enam warga binaan perempuan, 312 warga binaan pria serta tiga belas warga binaan tambahan dari Polres Kudus yang mulai tinggal di Rutan Kudus sejak kemarin (11/2/2019). Kapasitas ideal Rutan sendiri berada di angka 104 warga binaan saja.

“Saat ini overload sudah mencapai 200 persen lebih,” jelas Eko.

Terkait solusi, pihaknya tengah menunggu keputusan dari Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk pemindahan beberapa warga binaan di Rutan IIB Kudus. Ada beberapa opsi tempat yang disiapkan diantaranya Lapas Pati serta beberapa lapas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kabupaten Kudus.

“Kita sedang menunggu keputusan itu,” terang Eko.

Hanya untuk masalah waktu pelaksanaannya, pihaknya belum bisa memastikan kapan dan bagaimana teknisnya terkait pemindahan tersebut.

“Ya secepatnya, sudah ada tanggapan kok,” tandas Eko.

Sementara itu, salah satu warga binaan, Hari (30) mengatakan jika kapasitas yang berlebihan ini tidak terlalu merepotkannya. Hanya memang terkait mobilitas di kamar  dirinya mengaku cukup terganggu mengingat banyaknya barang bawaan miliknya dan  warga binaan.

“Cukup pengap, tapi tidak mengganggu untuk  kesehariannya,” ucap Hari

Ia pun mengharapkan jika setidaknya ada penataan lagi terkait persoalan ini. Hari sendiri menempati kamar sel kecil bersama sebelas warga binaan lain. Seharusnya sel tersebut diperuntukkan delapan warga binaan saja.

“Ya enak saja kalau lebih lebar, tapi sejauh ini masih nyaman,” tandasnya

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.