MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pekerja di Pati Ini Keluhkan Pemutusan Kerja Secara Sepihak

0 1.454

MuriaNewsCom, Pati – Masruroh, warga Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Pati, yang bekerja di perusahaan pengolahan udang, PT Misaja Mitra Pati, mengaku diberhentikan secara sepihak oleh pihak perusahaan.

Bahkan, dalam suratnya ada pernyataan surat pengunduran diri, padahal Masruroh tidak pernah membuat surat tersebut.

“Saya tidak pernah membuat surat pengunduran diri. Tiba-tiba saya dikasih surat itu dan diminta untuk tanda tangan,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Tanpa berpikir panjang, ia juga tidak mau menandatangai surat itu. Dan kemudian mengadukan kejanggalan tersebut kepada pihak desa.

Masruroh mengaku sudah lima tahun bekerja di perusahaan tersebut dengan sistem perpanjangan kontrak setiap tiga bulan. Hanya saja, pada saat perpanjangan kontrak yang terakhir, yakni para November 2018 lalu, dirinya justru malah diberikan surat pengunduran diri.

“Itu kejanggalannya. Saya juga tidak dikasih uang pesangon atau sejenisnya. Padahal sudah lima tahun bekerja,” ujarnya.

Ia juga mengaku sudah meminta bantuan kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) untuk menjembatani masalah tersebut. Tetapi, selama satu bulan berkas di bawa pihak SPSI, ternyata juga tidak bisa membantu. “Katanya memang tidak bisa,” terangnya.

Pekerja PT. Misaja Mitra nampak ke luar untuk beristirahat. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Sementara itu HRD PT Misaja Mitra, Heru Sujoko mengatakan, yang bersangkutan, yakni Masruroh memang kontraknya tidak diperpanjang. Hal itu sudah sesuai dengan perintah dari atasan.

Namun, pihak perusahaan mengaku memang melakukan kesalahan dalam pemberian surat tersebut.

“Itu kesalahan kami dalam memberikan surat. Seharusnya surat itu berisi tentang kontrak kerja yang sudah habis, tetapi malah berisi mengundurkan diri secara sengaja. Tetapi kami akan mengklarifikasi itu dan segera memberikan surat kepada yang bersangkutan,” katanya.

Heru juga menambahkan, kontrak kerja itu memang dilakukan tiga bulan sekali. Setelah itu, bagi pekerja yang ingin melanjutkan, dipersilahkan untuk menandatangai surat kontrak tersebut.

“Ada juga yang meminta surat pengunduran diri. Tetapi untuk Masruroh itu, kontraknya memang sudah tidak diperpanjang,” tandas Heru.

Editor : Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.