MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

14 % Penduduknya Keturunan Jawa, Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Suriname

0 936

MuriaNewsCom, Semarang – Pemprov Jateng kini tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Suriname. Di negara yang berada di Amerika Selatan ini banyak keturunan Jawa yang menetap dan menduduki pos-pos strategis.

Tercatat 14 persen dari seluruh warga Suriname merupakan keturunan Jawa. Ini yang mendasari Pemprov Jateng untuk berencana menjalin kerja sama dengan negara bekas jajahan Belanda tersebut.

Penjajakan ini terlihat dengan kehadiran Duta Besar RI untuk Suriname dan Republik Guyana, Julang Pujianto ke rumah dinas gubernur Jateng, Selasa (12/2/2019),

Julang juga menyebut, peluang kerja sama antara Jateng dengan Suriname sangat besar. Selain karena latarbelakang asal penduduk, tetapi juga industri dan potensi alam.

“Peluangnya sangat besar, bisa meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Suriname lebih berkembang dan maju. Karena 14 persen penduduk Suriname keturunan Indonesia, Jawa Tengah khususnya,” katanya.

Peluang yang bisa dijalin mulai dari sektor teknik, bantuan capacity building di bidang industri dan furniture. Selain itu juga pengembangan hutan mangrove.

Untuk sektor furniture, potensinya juga sangat besar karena 80 persen wilayah Suriname masih berupa hutan. Sementara mereka kekurangan tenaga ahli di bidang pengolahan kayu.

“Pemerintah Suriname sangat berminat untuk kerja sama itu. Terlebih Jawa Tengah punya wilayah yang ahli di sektor furniture,” ujarnya.

Selain itu, ada pula sektor pariwisata yang dapat dikembangkan. KBRI Republik Suriname memiliki program Family Pilgrim Trip, yakni program wisata dari Suriname ke Indonesia, khususnya untuk mengingat atau mengunjungi kembali keluarga atau leluhur mereka.

“Memang ini tidak mudah karena harus melacak. Tapi teknologi program itu kita upayakan. Ini sudah ada setiap tahun sekali yang diorganisir oleh KBRI Paramaribo,” paparnya.

Julang mengatakan, Program Family Pilgrim Trip itu dilakukan sekali dalam satu tahun dan telah tiga tahun berjalan. Tiap pemberangkatan terdiri dari sekitar 30 orang. Mereka diajak keliling dari Jakarta, Bali hingga keliling kota-kota di Jawa Timur dan Jateng.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan potensi Suriname cukup besar untuk jalinan kerja sama. Namun, jika dilihat dari jarak, perlu strategi khusus agar jalinan tersebut tidak membuat rugi Indonesia, khususnya Jateng.

“Kita harus ofensif di sisi perdagangan. Misal, garmen, military uniform, kan juaranya Indonesia dan ada di Jateng,” kata Ganjar.

Ia menegaskan, akan lebih efektif jika pihaknya mengirim tenaga-tenaga ahli agar melatih tenaga kerja di sana. Dia pun menggambarkan, di Jepara misalnya, ahli ukir sangat melimpah, sementara serbuan industri membuat mereka harus banting stir, meninggalkan tatah dan perangkatnya memilih kerja di pabrik.

“Kalau seperti itu kan lebih baik mereka kita kirim ke sana. Yang mereka butuh kan ahli kayu. Bukan mereka jual ke kita, tapi indirect. Kita ajarkan, tapi silakan kamu jual ke negara lain, jangan ke Indonesia, karena punya kita lebih bagus,” bebernya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.