MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Janda di Jateng Dibidik Pemprov Jadi Sasaran Penurunan Kemiskinan

0 232

MuriaNewsCom, Semarang – Para janda dan perempuan yang menjadi kepala keluarga kini tengah dibidik Pemprov Jateng menjadi sasaran penurunan angka kemiskinan di provinsi ini. Pemprov Jateng menargetkan tingkat kemiskinan di Jateng tersisa 7 persen pada 2023 mendatang.

Pada 2018 lalu, angka kemiskinan di provginsi ini tercatat sebanyak 11,32 persen. Angka itu mengalami penurunan drastis bila dibandingkan pada 2013 yang mencapai 14,44 persen.

Saat ini, kata dia, jumlah penduduk miskin Jateng berada di angka 3,87 juta jiwa. Padahal, pada awal tahun 2018, jumlah penduduk miskin mencapai 3,90 juta jiwa atau mengalami penurunan sebanyak 29,8 ribu orang dalam setahun.

Catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng mencatat, perempuan yang menjadi kepala keluarga menyumbang 40 persen angka kemiskinan.

Kepala DP3AKB Sri Winarna mengatakan, penyebab munculnya perempuan menjadi keluarga antara lain karena faktor pernikahan dini dan perceraian. Dan pernikahan dini masih menjadi perhatian khusus Pemprov Jateng.

“Kalau perempuan menikah usia anak, lulusan SMP bagaimanapun mereka tidak bisa bekerja di formal, kebanyakan informal. Kemudian cerai dan jadi kepala keluarga,” katanya.

Untuk itu, pemerintah terus berusaha menghapuskan segala diskriminasi yang terjadi pada perempuan di tengah hangatnya isu gender, salah satunya dengan pengarusutamaan gender (PUG).

“Hal tersebut dilakukan sekaligus jadi upaya pemerintah untuk menekan (jumlah) pernikahan dini, yang jadi salah satu biang kemiskinan di Jateng,” bebernya.

Terdapat 14 daerah yang masuk zona merah kemiskinan, yakni Purworejo, Demak, Brebes, Blora, Rembang, Pemalang, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Wonosobo, Sragen dan Grobogan.

“Prioritas pengarusutamaan gender ini untuk pengentasan kemiskinan di 14 daerah merah kemiskinan. Karena, salah satu kesenjangan perempuan itu di sektor kemiskinan,” paparnya.

Masalah ini juga dibahas dalam rapat koordinasi Pengarusutamaan Gender (PUG) tingkat provinsi, Senin (11/2/2019). Dalam rakor itu, penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) juga menjadi pekerjaan rumah yang dibahas dalam rakor.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, jika menilik capaian Pemprov Jateng dalam menurunkan AKI/AKB, program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng telah berhasil menurunkan AKI/AKB sekitar 14 persen per tahun sejak diluncurkan pada 2016.

Capaian itu, lanjut dia, melebihi target dunia yakni Sustainable Development Goals (SDGs) sekitar 3 persen per tahun atau 90 per 100.000 kelahiran hidup. Ini juga melebihi Millennium Development Goals (MDGs) target yang dicanangkan PBB adalah 102 per 100.000 kelahiran.

Menurut dia, PUG menjadi penting agar seluruh kebijakan publik di Jateng mengacu ke sana. “Karena waktu Millennium Development Goals beberapa poin tidak tercapai, maka sekarang kita sudah melambung ke SDGs makin berat lagi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.