Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lantik Komisi Penanggulangan Aids, Tamzil Targetkan Nol Persen Kasus HIV di 2030 Mendatang

0 149

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil hari ini, (11/2/2019) melantik para anggota Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kudus di Ruang Pertemuan Setda. Anggotanya sendiri diisi oleh 70 orang perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) serta Muspida di  Kabupaten Kudus. Untuk dasar hukum, KPA sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati nomor 443.2.2/01/2013.

Dengan adanya pelantikan ini, Tamzil meminta kepada seluruh anggota yang dilantik untuk bekerja secara ikhlas. Menurutnya ini merupakan tugas sosial yang sangat mulia. Tanggung jawab yang besar juga diemban para anggota terpilih tersebut.

“Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” tekan Tamzil.

Soal alasan kembali dilantiknya KPA, Tamzil menjelaskan adalah karena susahnya mendeteksi penyakit tersebut di masyarakat. Ia menganggap jika masyarakat di Kudus masih sangat tertutup soal Aids. Stigma terkait Orang Dengan HIV Aids juga masih sangat buruk.

“Karena kurangnya sosialisasi terkait hal ini,” terang Tamzil.

Terkait sistematika kerja Tamzil menjelaskan semua lembaga yang wakilnya tergabung menjadi anggota KPA akan saling berkoordinasi dalam upayanya mencegah penyebaran Aids semakin tinggi.

“Tentunya juga untuk mengedukasi masyarakat terkait stigma penderita Aids,” jelasnya.

Dengan dilantiknya para anggota KPA Kudus, Tamzil berharap jika setidaknya stigma negativ di masyarakat terkait penderita Aids mulai menurun. Soal target pengurangan kasus sendiri, Tamzil berencana akan menekan angka hingga zero atau nol persen.

“Targetnya di tahun 2030 nanti,” kata Tamzil.

Karna itu, Tamzil mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat supaya bisa menjaga dirinya masing-masing. Ia pun mengajak masyarakat agar tidak terejerumus ke pergaulan yang negatif

“Ya jangan sembarangan, jangan obat-obatan juga,” tandas Tamzil.

Senada, Sekretaris KPA Jawa Tengah, Zaenal Arifin juga mengatakan hal yang sama. Stigma masyarakat yang negatif kepada penderita Aids serta masih tertutupnya masyarakat akan hal ini mengharuskan penanganan lintas sektoral.

“Memang butuh koordinasi terkait hal ini,” ucapnya  saat ditemui setelah pelantikan.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi pemerintah Kabupaten Kudus karna mau menghidupkan kembali KPA yang sejatinya sudah ada sejak sepuluh tahun lalu.

“Sepuluh tahun tak ada kabar, ini ada pelantikan lagi, ini jadi langkah awal, saya senang,” jelasnya.

Ia pun berharap jika KPA tidak lagi vakum untuk kesekian kalinya. Serta mulai melakukan langkah nyata guna menanggulangi penyebaran virus berbahaya tersebut.

“Saya harap semua bidang mau bekerjasama dalam menekan penularannya,” tandas Zaenal.

Editor : Supriyadi

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.