MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Usut Pembakaran Musala, Penolak Pabrik Semen Rembang Gelar Aksi di Polres

0 222

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan warga penolak pabrik semen Rembang melakukan aksi di depan Mapolres setempat, Senin (11/2/2019). Mereka meminta kejelasan terkait kasus perusakan dan pembakaran musala-tenda perjuangan pada 2017 lalu.

Kuasa Hukum warga tolak pabrik semen Rembang, Nimerodi Gulo mengatakan, kedatangan warga ke polres Rembang adalah untuk meminta kejelasan penanganan kasus peruskan tersebut.

“Kami telah melakukan audiensi dan berdiskusi dengan jajaran polres Rembang. Intinya, pihak polres akan mengusut kasus itu dengan serius,” katanya.

Dirinya juga meambahkan, dari hasil audiensi itu, pihak kepolisian juga mengatakan sudah memeriksa 36 orang yang sudah diperiksa. Untuk proseanya sendiri, sejauh ini sudah pada tahap penyelidikan.

Warga penolak pabrik semen Rembang melakukan aksi di depan Mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

“Kami juga sudah sepakat, dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan diskusi dengan pihak polres terkait kasus itu,” imbuhnya.

Diketahui, dua tahun lalu (10/2/2017) musala dan tenda beserta portal untuk menyegel akses masuk ke Pabrik Semen Rembang, dirusak dan dibakar oleh sekelompok orang. Tindakan tersebut dilakukan setelah warga pada pagi hingga sore secara simbolis menyegel pabrik semen dengan memasang portal. Hal itu karena saat itu kegiatan Pabrik Semen ilegal setelah Putusan Mahkamah Agung membatalkan izin PT. Semen Indonesia.

Keesokan harinya (11/2/2017), warga yang merasa dirugikan sudah melaporkan peristiwa hukum tersebut ke Polda Jateng dan Polres Rembang. Hanya, pihak penyidik terakhir kalinya memberitahukan perkembangan penyidikan pada sekitar Maret 2017 lalu dan namun setelahnya tidak ada lagi perkembangan yang diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyampaikan hasil KLHS Kendeng kepada pihak Polres Rembang yang intinya, KLHS Kendeng menyatakan bahwa CAT Watuputih layak menjadi kawasan lindung sehingga segala kegiatan yang merusak lingkungan harus dihindari.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.