MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tabayyun, Tips Jitu dari Wagub Jateng Tangkal Hoaks

0 124

MuriaNewsCom, Semarang – Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen memberi tips agar masyarakat tak terjebak dengan berita hoaks atau kabar bohong. Yakni dengan mengedepankan tabayyun.

Ini menurutnya penting dilakukan, mengingat di tahun politik seperti saat ini hoaks sangat mudah menyebar di media sosial.

”Ini harus kita sikapi. Ingat, bahwa kita diperintahkan oleh agama dan kalau kita mengaku orang yang beriman, ketika muncul berita-berita yang tidak bisa kita pertanggungjawabkan harus bertabayyun,” katanya, Senin (11/2/2019).

Ini dikatakan Gus Yasin saat menjadi pembicara dalam talkshow “Media, Keragaman dan Tahun Politik 2019” di Gedung PWI Jateng. Hadir juga dalam kegiatan itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai keynote spech.

Narasumber lain yakni Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo, serta Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng Dewi Susilo Budihardjo.

Tabayyun menurut putra ulama kharismatik, Kh Maimoen Zubair ini adalah mencari kejelasan tentang sesuatu. Yang paling utama menurut dia yakni menyaring semua informasi yang diterima sebelum dibagikan ke orang lain.

“Semua informasi yang kita terima, harus saring sebelum share agar tidak ikut menyebarkan hoaks. Terlebih nyinyir, karena nyinyir itu gambaran otak dan hati seseorang hanya ada kebencian terhadap orang yang tidak disukai,” terangnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana kondusid pada Pemilu 2019 ini. Ia juga mengimbau agar para politisi menciptakan suasana politik yang santun.

“Para polititisi ayo bikin masyarakat menyukai politik, berpolitik yang santun dan indah, selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pintanya.

Sementara Ganjar Pranowo menyebut, pers saat ini mendapat tantangan untuk mempertahankan martabatnya sebagai salah satu pilar demokrasi. Pers saat ini juga dituntut menjaga netralitas menjelang pemilu.

menurutnya, saat ini dunia jurnalistik mendapat tiga godaan profesi, yakni unsur politik, relasi sosial dan emosional serta unsur ekonomi. “Betapa sulitnya pers saat ini karena ditarik kanan-kiri,” ucapnya.

Maka di tahun politik ini, Ganjar berpesan, pers harus mampu menghindari godaan tersebut. Sebagai pilar demokrasi, masyarakat tentu berharap pers mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengontrol secara maksimal. Profesionalitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar oleh wartawan untuk menjaga martabat.

Padahal, lanjut dia, tiga hal itu menjadi medan pergerakan pers. Di sisi lain, pers juga diuji integritasnya untuk menyajikan fakta yang berimbang. Hal tersebut disebutnya sebagai godaan iman jurnalistik. “Pers kita hari ini mendapatkan tantangan dan godaan iman yang luar biasa, bisakah tetap berdiri tegak di tengah, bisakah selalu menyeimbangkan seluruh berita, bisakah selalu memberikan berita yang clean and clear tidak hoaks,” ujarnya.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud juga berharap kepada elite politik untuk tidak nengkhianati cita-cita Pemilu damai dan kampanye damai dengan provokasi yang tidak ada gunanya.

”Tinggalkan fitnah agar rakyat tidak apatis terhadap politik. Teman-teman wartawan, mari kita menjadi penyebar informasi yang berpijak pada pilar-pilar kebangsaan sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.