MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Edisi Perdana Sukses, Dinas Pendidikan Grobogan Kembali Gelar Workshop Sagusabu

0 242

MuriaNewsCom, Grobogan – Dinas Pendidikan Grobogan kembali menyelenggarakan workshop Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) yang dilangsungkan 9-10 Februari 2019. Workshop yang dilangsungkan di Hotel Grand Master Purwodadi ini dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (9/2/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, pada bulan Agustus 2018 lalu, pihaknya sudah menyelenggarakan workshop Sagusabu untuk pertama kalinya. Dalam edisi perdana ini ada 198 orang guru yang jadi peserta.

Dari jumlah ini, sekitar 90 orang diantaranya sudah berhasil membuat sebuah buku. Bahkan, buku hasil karya para guru itu sempat diborong Gubernur Ganjar Pranowo saat dalam puncak peringatan HUT ke-73 PGRI dan Perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Tengah, di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu (8/12/2018) lalu.

“Boleh dibilang, workshop Sagusabu edisi pertama hasilnya sukses. Hal ini menjadikan para guru lainnya termotivasi dan menghendaki adanya workshop Sagusabu lagi. Alhamdulillah, berkat dukungan banyak pihak, terutama dari Ibu Bupati, workshop Sagusabu bisa kita laksanakan lagi. Semoga workshop edisi kedua ini bisa lebih sukses lagi,” jelas Amin.

Pada workshop Sagusabu kali ini, jumlah pesertanya mencapai 260 orang atau meningkat dari edisi perdana. Dalam penyelenggaraan workshop Sagusabu ini, pihaknya bekerjasama dengan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) dan Media Guru. Adapun nara sumber adalah CEO Mediaguru Muhammad Ihsan dan pemred Mediaguru Eko Prasetyo.

Bupati Grobogan Sri Sumarni berfoto bersama dengan peserta workshop Sabusagu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang mau mengikuti pelatihan itu. Sebab, mereka sudah bersedia berkorban biaya, waktu, tenaga dan pikiran untuk mengikuti kegiatan selama dua hari. Ditargetkan, dalam satu hingga dua bulan kedepan peserta workshop sudah harus bisa menciptakan buku.

Amin menambahkan, Grobogan sudah dicanangkan sebagai kabupaten literasi sejak tahun 2016 lalu. Guna memajukan gerakan literasi di Grobogan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

Antara lain, pada tahun 2018 dilangsungkan workshop Gerakan Literasi Sekolah di bulan Februari. Kemudian, pada bulan Agustus dilangsungkan workshop Sagusabu dan dilanjutkan workshop ‘Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki) bulan Oktober.

“Puncaknya, kita bikin Festival Literasi di bulan November tahun 2018,” kata peraih penghargaan tokoh penggerak literasi nasional tahun 2018 dari Media Guru itu.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni menegaskan, menulis itu adalah kemampuan literasi yang dekat dengan dunia guru. Dengan menulis buku maka guru akan mendapatkan efek positif yang akan diperolehnya.

Antara lain, efek kedinasan dalam mendukung kenaikan pangkat golongan. Selain itu, dengan menulis buku juga memberikan dampak positif terhadap popularitas, berbagi insiprasi dan ilmu, menyebarkan kebenaran, legacy dan royalti atau penghasilan.

“Saya mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan workshop Sagusabu ini. Melalui Sagusabu ini, kualitas guru dalam hal menulis semakin meningkat. Saya juga berharap dari kegiatan ini akan menghasilkan banyak guru penulis hebat,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.