MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemilik Bengkel Timbun Solar Subsidi, Terancam Penjara dan Denda Rp 60 Miliar

0 260

MuriaNewsCom, Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggerebek gudang yang digunakan untuk menimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Penggerebekan dilakukan di Dukuh Kragilan, Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Dalam penggerebekan tersebut aparat mengamankan satu pelaku berinisial AT (37) warga Kampung Bororejo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta.

AT ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menimbun solar bersubsidi sebanyak 12.000 liter di gudang yang dia sewa.

Diketahui solar tersebut nantinya akan dijual ke pabrik-pabrik di wilayah Solo Raya dan galian C di Kemalang Klaten.

Pengakuan tersangka pada polisi, ia baru satu pekan beroperasi sebelum digerebek polisi.

Modus yang digunakan untuk menimbun BBM yakni menggunakan truck boks yang sudah dia modifikasi sendiri. Ada enam truk boks yang digunakan untuk menimbun. Dan empat truk di antaranya sudah berisi penuh solar bersubsidi siap jual.

“Saya memiliki bengkel jadi truk-truk itu saya modifikasi sendiri,” kata tersangka.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang curiga akan aktivitas di gudang yang disewa pelaku. Berdasarkan laporan itu Polsek Nguter dan Sat Reskrim Polres Sukoharjo mendatangi lokasi.

“Di sana petugas mendapati 6 truk yang sudah dimodifikasi dan juga mendapati 12.000 liter BBM bersubsidi jenis solar yang di tempatkan di dalam 4 truk,” ujarnya.

Dari keterangan tersangka, jika ia berhasil menjual BBM bersubsidi itu, ia akan mendapatkan keuntungan Rp 400 per liternya. Harga normal solar bersubsidi Rp 5.300 dan akan dijual seharga Rp 5.700.

“Tersangka dalam melakukan operasinya bekerja sendirian. Namun untuk mencari apakah ada kaitanya dengan pihak-pihak lain masih dilakukan pendalaman kasus,” terangnya.

Atas perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas. Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara denda Rp 60 milliar.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.