Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelabuhan Jepara Potensial Jadi Pelabuhan Niaga

0 486

MuriaNewsCom, Jepara – Pelabuhan Jepara yang terletak di Kelurahan Jobo Kutha, Jepara, saat ini sudah memiliki fasilitas dermaga cukup representatif.

Setelah dibangun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Jepara kini memiliki dermaga panjang dan kokoh. Keberadaannya kini sangat membantu ribuan kapal dan perahu nelayan saat bersandar di kawasan ini.

Kepala UPP Syah Bandar, Jepara, Tri Jotho menyatakan, saat ini dermaga di Pelabuhan Jepara mempunyai panjang lebih 1,5 km. Sehingga membuat pelabuhan ini mampu menampung ratusan kapal berukuran cukup besar.

Sejauh ini, kapal-kapal dari beberapa wilayah sudah memanfaatkannya untuk melakukan sandar.

Dermaga Pelabuhan Jepara, memang sudah dibangun oleh Pemerintah Pusat dalam beberapa tahap. Sudah sekitar dua tahun lalu selesai dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Selanjutnya aset ini sudah diberikan kepada Pemkab Jepara untuk bisa dimanfaatkan.

Sayangnya dari Pemkab Jepara sejauh ini belum melakukan upaya-upaya pengembangan lebih lanjut.

“Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan hanya membuatkan atau membangun saja. Sedangkan untuk selanjutnya diserahkan kepada daerah. Jadi saat ini, pengembangannya juga ada ditangan pemkab,” ujar Tri Jotho, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, melihat kondisinya sekarang sebenarnya Pelabuhan Jepara sudah bisa digunakan sebagai pelabuhan niaga. Misalnya saja, untuk sarana transportasi barang menuju Semarang, ada potensi bisa dibuka untuk jasa pengiriman kontainer.

Selama ini, kebanyakan kontainer dari Jepara diangkut menggunakan akses jalur transportasi darat. Jalan darat sendiri memang lebih cepat, namun kadang-kadang juga mengalami hambatan adanya kemacetan lalu-lintas.

Sedangkan dengan jalur laut, kemungkinan waktu tempuhnya memang jadi lebih lama. Namun dengan daya angkut yang lebih banyak, biaya transportasinya kemungkinan bisa jadi lebih murah. Selain itu, tidak akan menghadapi kendala kemacetan lalu-lintas.

“Tentu ada plus minusnya. Tapi saya kira tetap ada potensi pengembangan untuk kepentingan seperti itu. Fasilitasnya sudah ada, tinggal owner saja mau mencoba apa nggak. Ini mungkin bisa dipertimbangkan tentunya,” tambah Tri Jotho.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.