MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Kerusakan Venue Panjat Tebing di Balai Jagong Kudus

0 172

MuriaNewsCom, Kudus – Fasilitas olahraga publik berupa venue panjat tebing yang berada di Komplek Balai Jagong dikeluhkan keamanan dan kelayakannya oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Tengah dan pengurus cabang FPTI Kudus. Padahal, venue tersebut bisa dikatakan venue baru karna akhir tahun lalu baru selesai pengerjaannya.

MuriaNewsCom mencoba mengamati venue tersebut pagi ini, (8/2/2019). Tampak beberapa rumput liar mulai tumbuh di sekitar dasar venue. Warna cat pun mulai pudar karna terpapar sinar matahari dan hujan.

Selain itu, kondisi venue juga bisa dikatakan tidak sempurna lagi. Beberapa pijakan batu sudah mulai longgar dan mudah memutar saat di cengkram. Papan untuk dinding venue kebanyakan punya rongga atau celah. Ada juga beberapa papan yang tampak terlepas dari rangkanya.

Ketua Bidang Lintas Organisasi Pengprov FPTI Jateng, Tavee Askar juga membenarkan kondisi tersebut. Merurut pengamatannya, beberapa mur dari pegangan juga mulai kendor.

Penyebabnya adalah pemasangan kurang sempurna serta karat sudah mulai tampak di beberapa bagian mur dan rangka.

“Desain papan sendiri ada dua, untuk Lead dan Speed,” ucap Tavee.

Salah satu anggota FPTI menjajal venue panjat tebing di kompleks Balai Jagong Kudus. (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Terkait  desain dari dinding panjat, Tavee juga mengatakan jika itu tidak standart pakem pembuatan. lubang-lubang pada papan untuk di tempeli poin panjat dinilainya tida beraturan. Ukuran papan fiber panel yang terpasang juga tidak sesuai ketentuan.

Hal lain yang dianggap membayakan adalah  pondasi bawah konstruksi yang menonjol. Padahal seharusnya tidak boleh ada tonjolan di jarak antara dasar dengan papan panjat.

“Papan yang renggang sebenarnya tidak boleh ada sama sekali,” terang Tavee.

Kemudian soal point panjat, Tavee menjelaskan jika poin panjat di arena untuk speed benar-benar salah. Point tersebut tidak sesuai peruntukan yang sebenarnya.

“Ini jelas tidak bisa dibuat speed,” terang Tavee.

Menanggapi hal tersebut, Ketua FPTI Kabupaten Kudus, Yoyok Supriyanto angkay bicara. Menurut pihaknya, seharusnya ada tiga aspek yang harus diperhatikan terhadap sarana papan panjat tebing tersebut.

Ketiga aspek yakni standar kualitas, serta standar kelayakan untuk latihan dan kompetisi. Sarana panjat tebing itu, sebenarnya sangat mendukung para atlet dalam meningkatkan kemampuannya.

“Kalau seperti pembuatannya jadi sia-sia harus dirombak banyak,” tandas Yoyok.

Editor: Supriyadi

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.