Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Venue Panjat Tebing di Balai Jagong Kudus Tak Aman

0 164

MuriaNewsCom, Kudus – Fasilitas olahraga publik berupa venue panjat tebing yang berada di Komplek Balai Jagong dikeluhkan keamanan dan kelayakannya oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Tengah dan pengurus FPTI Kudus. Keluhan ini dilontarkan sesaat setelah beberapa dari mereka menjajal venue tersebut hari Kamis, (7/2/2019) sore.

Pengurus cabang Kudus memang sengaja menjajal kelayakan venue yang sedari diresmikan belum pernah disentuh atau dipergunakan sama sekali.  Dan ternyata hasilnya bisa dikatakan sangat tidak aman maupun layak. Pengecekan ini dilakukan Seiring dengan rencana Kudus yang akan menjadi tuan rumah bersama di Porprov XVI tahun 2022.

Ketua Bidang Lintas Organisasi Pengprov FPTI Jateng, Tavee Askar bahkan menilai jika venue tersebut sangat tidak aman sekalipun hanya dipakai untuk latihan saja. Pernyataan ini dia lontarkan bukan tanpa alasan. Dikatakannya dari segi bentuk dinding sudah menyulitkan atlit.

“Bisa dikatakan membangunnya asal-asalan,” jelas Tavee yang juga pernah mengawal pembangunan dinding panjat tebing di Porprov Solo.

Tavee menegaskan penilaiannya ini sangat obyektif. Pihaknya melihat dari segi keamanan. Segi keamanan merupakan satu faktor utama dalam olahraga panjat tebing. Dirinya menjelaskan jika venue sudah aman, maka dipastikan atlet akan merasa nyaman saat menggelar latihan.

Atlet panjat tebing bersama pengurus FPTI Jateng memandangi venue panjat tebing yang berada di kompleks Balai Jagong Kudus. (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

“Kita lihat saja sudah ngeri dan menduga ini tidak aman,” jelasanya di lokasi venue.

Sementara itu, Marsudin, salah satu atlet Porprov Jateng juga mengatakan hal yang senada. Dirinya menjelaskan awalnya, ia diajak pengcab untuk menjajal venue yang tergolong baru tersebut. Setelah tiba di lokasi venue pihaknya mengurungkan niat untuk menjajal vebue tersebut.

Dikatakannya, venue itu terlalu beresiko menimbulkan cedera.

“Saya lihat saja sudah tidak berani latihan di sini,” ucap Marsudin.

Ia  mengharapkan pemerintah untuk segera turun tangan dalam perbaikan kali ini. Dia berharap venue tersebut juga tidak akan mangkrak. Ia sangat menyayangkan jika pada akhirnya venue tersebut akan mangkrak karna tak layak pakai.

“Segera di perbaiki paling tidak, jangan sampai mangkrak,” jelasnya saat ditemui di venue.

Marsudin menjelaskan jika venue sudah dibuat dengan baik, maka atlet pun akan mempunyai progres yang baik juga. Ia mencontohkan untuk venue yang baik adalah seperti di Solo.

“Solo merupakan yang paling baik di Jawa Tengah, kalau ini sendiri sangat tidak mungkin menggelar kompetisi disini, standartnya sangat jauh dari kata layak kompetisi,” tandas Marsudin.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.