Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

60 Pelaku Usaha Mikro di Grobogan dapat Bantuan Gerobak dari Kemenag

0 172

MuriaNewsCom, GroboganSebanyak 60 pelaku usaha mikro di lima kecamatan mendapat bantuan gerobak dan dana permodalan dari Kemenag Grobogan. Yakni, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Tawangharjo, Pulokulon, dan Godong.

“Sementara baru disalurkan di lima kecamatan dulu.  Yakni, Kecamatan Purwodadi 20 unit, dan di Kecamatan Pulokulon, Tawangharjo, Grobogan, dan Godong masing-masing dapat 10 unit,” kata Penyelenggaran Syariah Kemenag Grobogan Hadi Purwanto pada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Penyerahan gerobak sudah dilakukan bertahap sejak awal Januari lalu. Pada hari ini dilakukan penyerahan bantuan terakhir untuk pelaku ekonomi mikro di Kecamatan Godong.

Hadi menyatakan, bantuan tersebut diambilkan dari dana yang terkumpulkan dalam unit pengumpul zakat (UPZ) di kantor Kemenag Grobogan. Total dana yang disalurkan untuk pemberian bantuan itu sebanyak Rp 51 juta. Pihaknya menargetkan bantuan tersebut bisa menjangkau pada 14 kecamatan lainnya sehingga pelaku usaha mikro lainnya bisa merasakan bantuan yang sama.

Para penerima gerobak bantuan dari Kemenag saat mengambil bantuan di kantor kemenag setempat, Kamis (7/2/2019). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya bantuan tersebut para pelaku usaha mikro tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi seorang pemberi zakat. Dengan demikian, program ini secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Grobogan.

Menurut Hadi, ada beberapa persyaratan bagi penerima bantuan tersebut. Antara lain, penerima harus merupakan seorang muslim atau beragama Islam. Kemudian, mereka memiliki usaha mikro dengan kondisi gerobak sudah tidak layak. Syarat berikutnya, penerima bantuan harus siap mengembangkan ekonominya.

“Kami memiliki tim penilaian sendiri. Yakni, petugas di KUA kecamatan dan melibatkan kasi kesra di desa-desa untuk menentukan sasarannya. Selain itu, kami akan memantau perkembangan penerima bantuan selama enam bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan gerobak tersebut akan dialihkan pada sasaran yang lain jika penerima tidak bisa mengembangkan usahanya selama enam bulan. Untuk penerima tersebut nantinya akan mendapatkan ganti sesuai bidang ekonomi produktif mereka.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.