Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

19 Usaha Depo Air Ilegal di Lereng Gunung Muria Ditertibkan

0 286

MuriaNewsCom, Kudus – Tim terpadu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana melakukan penertiban tempat usaha air permukaan di lereng pegungan Muria, Kamis (7/2/2019). Ada sebanyak 19 titik tempat usaha (depo) air permukaan yang terbagi di empat di Desa.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sejumlah petugas diawali dengan kegiatan apel di halaman Kantor Balai Desa Lau Kecamatan Dawe. Selepas kegiatan apel, petugas mulai menertiban tempat usaha air permukaan yang diambil secara ilegal.

Petugas dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama melakukan penertiban di Desa Kajar Kecamatan Dawe. Di sana petugas melakukan penertiban sebanyak 11 titik tempat usaha air permukaan. Selanjutnya tim kedua bertugas melakukan penertiban di Desa Colo. Di desa itu ada sebanyak 6 titik tempat usaha yang ditertibkan.

Serta tim ketiga dibagi di Desa Piji, Kecamatan Dawe dan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Masih-masing di kedua desa itu ada satu titik tempat usaha air.

PLH Kabag TU BBWS Pemali-Juwana Muhamad menjelaskan, kegiatan ini untuk menindaklanjuti penertiban tempat usaha air permukaan di lerenga Muria. Karena air permukaan ini diambil secara ilegal.

Petugas Satpol PP menata pipa ilegal yang disita dari para pengusaha air permukaan yang diambil secara ilegal di lereng gunung Muria, Kamis (7/2/2019). (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji).

“Maka dari itu kami lakukan penertiban. Kami juga bekerja sama dengan beberapa pihak terkait. Seperti kepolisian, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Kepolisian, Pemerintah Kecamatan, hingga pemerintah Desa,” jelasnya, Kamis (7/2/2019).

Ia mengatakan, sebelumnya tepatnya pada tahun 2017 lalu. Pihaknya sudah pernah melakukan penertiban. Hanya saja, masyarakat masih tetap melakukan operasi dengan mengambil air permukaan secara ilegal.

“Jadi pada tahun 2017 sudah dilakukan penertiban. Ternyata pada kenyataannya masih ada masyarakat yang gitu lah, masih dikatakan membandel,” ungkapnya.

Senada diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Djati Solechah. Menurutnya, sebelumnya sudah pernah dilakukan penertiban terhadap tempat usaha air permukaan. Namun kenyataanya masyarakat masih beroperasi.

“Dulu itu hanya disegel. Diberikan kabel ties. Sehingga peluang dibuka untuk beroperasi kembali lebih mudah. Makanya kali ini memotong peralon penghubung ke bak-bak penampung air. Dengan begitu tidak bisa digunakan lagi,” terangnya.

Sementara itu, terlihat penertiban berjalan lancar. Tidak ada kekeributan dari pemilik tempat usaha air permukaan ilegal yang menolak untuk ditertibkan.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.