MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mucikari di Banyumas Tawarkan Mahasiswi Lewat Twitter dengan Tarif Rp 2 Juta Per Jam

0 398

MuriaNewsCom, Banyumas – Jajaran Satreskrim Polres Banyumas berhasil membongkar praktik prostitusi online yang terjadi di daerah ini. Satu orang mucikari berhasil diringkus dalam sebuah penggerebekan di sebuah hotel di Purwokerto, Banyumas.

Dalam penggerebekan itu polisi juga mengamankan tiga wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial. Sementara mucikari yang ditangkap ternyata bukan warga Banyumas.

Mucikari berinisial APP (28) itu tercatat sebagai warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Modus yang digunakan yakni menawarkan sejumlah PSK melalui media sosial Twitter.

Tarif yang dipatok antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Umur rata-rata PSK yang ditawarkan mucikari ini antara 20-30 tahun. Bahkan di antara PSK yang bekerja pada mucikari ini merupakan mahasiswi S2 di Purwokerto.

Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan, anak buah tersangka (PSK) sering berganti-ganti dengan jumlah mencapai 15 orang. Namun saat ini yang masih aktif bekerja dengan tersangka sebanyak enam orang.

“Rentang usia 20-30 tahun. Ada salah satu yang kami amankan adalah seorang mahasiswi S2 salah satu perguruan tinggi di Purwokerto,” katanya dalam jumpa pers.

Ia menyatakan, dari hasil pengakuan tersangka, tarif antara Rp 1,5-2 Juta itu untuk kencan selama satu jam. Dalam aksinya, tersangka juga yang menyiapkan kamar hotel serta kondom.

Setiap kali transaksi, APP mendapatkan komisi berkisar Rp 350.000-500.000. Komisi ini ditransfer ke rekening bank, dan dalam sehari bisa tiga kali transaksi.

”Tersangka merekrut wanita-wanita yang akan dipekerjakan sebagai PSK itu melalui media sosial MeChat,” ujarnya.

Kapolres menyatakan, pengungkapan ini berdasar informasi tentang adanya praktik protitusi online di Banyumas. Pihaknya langsung mengerahkan tim untuk melakukan patroli siber, dan melacak aktivitas tersangka.

”Dari situ kami dapat informasi tersangka memesan kamar hotel di Purwokerto, karena ada pesanan dari pelanggannya. Kami langsung melakukan penangkapan,” terangnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dalam penangkapan itu. Polisi juga melakukan pemeriksaaan kepada tiga wanita yang bekerja kepada tersangka, dan menyita telepon selulernya.

Polisi hingga kini masih mengembangkan kasus tersebut. Sementara untuk mucikari yang ditangkap, dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal tentang perzinahan atau prostitusi dan UU ITE.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.