MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembobol Brangkas Luwes Sragen Senilai Rp 2,2 M Dibekuk

0 608

MuriaNewsCom, Sragen – Satreskrim Polres Sragen berhasil membekuk kawanan pembobol brangkas Toserba Luwes Sragen, yang beraksi pada Kamis (1/2/2019) lalu. Dalam aksi itu para pelaku berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 2,2 miliar.

Dalam pelariannya, uang hasil penjarahan itu digunakan untuk berfoya-foya. Salah satunya untuk membeli mobil.

Pelaku pertama yang berhasil ditangkap yakni Supriyanto alias Gendon (34). Ia ditangkap di rumahnya, di Kelurahan Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Ia ditangkap pada Minggu (4/2/2019).

Dari keterangan Supriyanto, polisi mengembangkan penyelidikan hingga menangkap tersangka kedua, yakni Narwan Lusdiyanti (37), warga Desa Karang Mendeng, Gebyog, Mojogedang, Karanganyar.

Narwan ditangkap di Hotel Mandiri, Jl. R.E. Kosasih, Parunglesang, Kota Banjar, Jawa Barat. Polisi kemudian menangkap pelaku ketiga yakni Risang Gilang Purboyo (20), di rumahnya di Desa Suruh, Tasikmadu, Karanganyar.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Rabu (6/2/2019) mengatakan, pengungkapan kasus ini dapat dilakukan dalam kurun waktu tiga hari setelah kejadian.

“Kejadiannya diketahui pertama kali jam 05.00 Wib. Saat itu juga kemudian dilaporkan bahwa pintu toserba Luwes telah terbuka. Begitu kita cek bersama-sama, ternyata brankas milik toserba tersebut sudah dalam keadaan terbuka. Dan isinya sebagian besar dibawa kabur oleh pelaku,” katanya.

Brankas di Toserba Luwes yang dibobol maling dan uang miliaran rupiah di dalamnya dibawa kabur. (Humas Polres Sragen)

Dari hasil interogasi para pelaku juga akhirnya diketahui modus yang digunakan para pelaku. Sebelum beraksi mereka bersembunyi di dalam gudang.

Ada dua orang pelaku yang menunggu dan bersembunyi di dalam gudang sebelum toko tutup pukul 21.00 WIB. Yakni Risang Gilang Purboyo dan Narwan Lusdiyanto.

”Sedangkan satu tersangka lain yakni Supriyanto alias Gendon (35) yang bertugas menunggu kendaraan di luar, ” ujarnya.

Dari hasil penyidikan juga diketahui jika aksi yang dilakukan komplotan itu tak hanya di Sragen. Tahun lalu, mereka diketahui juga telah membobol Toserba Luwes yang berada di daerah Ngawi, Jatim.

”Di Ngawi nilai kerugiannya sebesar Rp 600 juta. Kalau di Toserba Luwes Sragen totalnya hingga Rp 2,2 miliar,” terangnya.

Dalam berkasi membobol brankas, para pelaku hanya menggunakan alat seadanya yang ada di toserba itu. Yakni hanya menggunakan gerindra. Para pelaku sampai menghabiskan 10 gerindra untuk membobol brankas penyimpanan uang itu.

Ternyata pelaku mengetahui kelemahan brankas itu, lantaran salah satu pelaku merupakan pembuat brankas tersebut.

”Enam bulan yang lalu Supriyanto menawarkan brankas tersebut kepada pihak managemen Luwes. Termasuk TKP di Ngawi juga buatan dari Supri. Makanya mereka bisa membobol dengan mudah, karena tahu akan kelemahan-kelemahannya,” kata dia.

Ia mnenyatakan, polisi berhasil mengamankan sebagian uang hasil pembobolan, yakni sebesar Rp 1,2 miliar. Sebagian uang telah digunakan pelaku untuk membeli mobil Xenia, perhiasan emas. Selain itu uang hasil pembobolan sebesar Rp 400 juta juga telah dimasukkan ke sejumlah rekening.

”Selain menguras isi brankas, para pelaku juga sempat mengambil puluhan jam tangan berbagai merk. Uang miliaran itu sendiri masih terkumpul di Banjar. Dan belum ada pemikiran dari para pelaku untuk dibagi rata,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.