Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Hektare Sawah di Pati Tergenang Banjir, Petani Rugi Rp 9 Miliar

0 288

MuriaNewsCom, Pati – Banjir yang merendam areal persawahan di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Pati, menyisakan nestapa mendalam bagi para petani. Sebab, setidaknya ada 300 hektare tanaman padi gagal panen.

Kepala Desa Pasuruhan Warsito mengatakan, estimasinya jika berhasil panen, tiap hektare akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 30 juta. Namun, karena semuanya gagal panen, total kerugian mencapai Rp 9 miliar.

“Tinggal menghitung saja. Itu baru padi yang gagal panen. Belum lagi kalau air sampai menggenangi rumah-rumah warga,” katanya, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, banjir terjadi lantaran yang berada di desa setempat, mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Bahkan sudah bertahun-tahun hal itu terjadi.

Pihaknya juga sudah mengusulkan kepada pemkab untuk melakukan normalisasi sungai, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Kalau sungainya tidak dinormalisasi, setiap tahun kami kena banjir. Kemarin saja, air sudah masuk ke perkampungan. Kini sawah yang masih tergenang,” ujarnya.

Sebagian besar warga Pasuruhan menggantungkan hidupnya di lahan pertanian. Sementara setiap tahun, pasti ada banjir yang yang terjadi. Sehingga, apabila dihitung, justru petani banyak yang rugi.

“Bagaimana tidak, padi itu setahun paling-paling hanya panen dua kali. Kadang juga satu kali kalau tidak ada irigasi. Kalau saat panen ada banjir, kan gagal lagi,” terangnya.

Ia berharap, pemerintah segera merespon kondisi sungai di Desa Pasuruhan tersebut. Mengingat, desa itu sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Jika tidak segera dilakukan normalisasi, dikhawatirkan pendangkalan akan terus terjadi dan banjir tidak bisa dielakkan.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.