Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

2 Pelaku Pengeroyokan di Mejobo Kudus Diamankan Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Mejobo pada 10 Januari lalu. Kali ini, latar belakang kasus adalah karena kesalahpahaman warga dengan korban pengeroyokan yang kebetulan mengalami gangguan kejiwaan.

Korban sendiri merupakan warga Pati yang sampai saat ini masih menjalani rawat jalan karena kejiwaannya.

Kepala Satuan Reskrim Kudus, AKP Rismanto menjelaskan awal mula kejadian tersebut. Ia mengatakan jika semula korban jatuh dari kendaraannya saat melintasi jalan leter S Dukuh Gambir, Hadiwarno, Mejobo. Saat hendak ditolong warga, si korban malah langsung bergegas menaiki motor dan menghidupkan kembali mesin kendaraannya.

“Karena itu mungkin warga curiga,” jelasnya.

Sesaat setelahnya, beberapa warga meneriakinya sebagai maling. Satu persatu warga mulai mengerubungi korban dan mulai mengeroyoknya.

“Langsung pada saat di TKP korban dikeroyok,” terang Rismanto.

Kejadian tersebut sempat diabadikan warga setempat dan diunggah di beberapa media sosial. Karena jadi viral, Polres Kudus akhirnya bisa menangkap beberapa pelaku pengeroyokan. Tiga orang dianggap yang paling bertanggung jawab atas kasus ini.

Dua tersangka sudah ditahan, sedangkan yang satu belum ditahan karena masih berada di bawah umur. Dua tersangka ini adalah Siswadi (35) serta Achmad Rifai (26) warga RT 2 dan RT 5 di RW 3, Dukuh Gambir, Hadiwarno, Kecamatan Mejobo.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka selanjutnya,” jelas Rismanto saat gelar kasus pagi ini di Mapolres Kudus.

Terkait kejadian ini, Rismanto mengimbau kepada seluruh warga Kudus agar tidak main hakim sendiri. Biarkan aparat bekerja dan biarkan aparat yang menindaknya.

“Baik sudah terbukti atau belum terbukti, harap lapor kami, serahkan ke kami,” tandas Rismanto.

Sementara itu salah satu pelaku, Siswadi mengatakan jika semula dia hanya menonton dan tidak ikut dalam upaya pengeroyokan. Baru setelah ada yang berteriak maling, dia ikut menginjak kepala korban sebanyak dua sampai lima kali. Sementara Rivai menendangi bagian dada.

“Karena saya awalnya hanya melihat, kemudian memegangi,” terang Siswadi.

Atas perbuatannya, Siswadi dan Achamad Rivai dikenakan pasal 170 tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama. Ancamannya berupa kurungan maksimal tujuh tahun penjara.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...