Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bikin Haru! Begini Kondisi di Pengungsian Desa Jati Wetan Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sudah sepekan lebih Desa Jati Wetan tepatnya di Dukuh Barisan, Dukuh Gendok, serta Dukuh Tanggulangin tergenang banjir. Ratusan warga yang rumahnya tergenang pun pada akhirnya mau tidak mau mengungsi karna air genangan mulai tidak sehat.

Untuk pengungsian di Desa Jati Wetan sendiri dipusatkan di Balai Desa tersebut. Bangunan desa tersebut dianggap luas untuk menampung setidaknya tiga ratus orang bahkan lebih. Tercatat, hingga berita ini diturunkan, ada sekitar 260 jiwa yang berasal dari 86 Kartu Keluarga.

Indah, salah satu pengungsi yang berasal dari Dukuh Gendok mengatakan jika setiap harinya mereka tidur di atas karpet yang telah disediakan relawan. Beberapa dari keluarga lain memang membawa alas tambahan seperti kasur busa atau matras, namun dirinya merasa masih belum perlu;

“Masih nyaman seperti ini. Kalau pegal-pegal bapak yang ambil (kasur) ke rumah,” terang Indah.

Tidur berdempetan dengan yang bukan anggota keluarga pun sudah biasa dirasakannya sepekan ini. Dia justru mengatakan rasa kekeluargaan tumbuh saat mereka mulai bercengkrama satu sama lain.

“Ya karna nasib kita sama, makanan juga sama, nasi telur, hehe” jelasnya dengan tertawa saat di jumpai di lokasi pengungsian.

Suasana saat makan malam di pengungsian Balai Desa Jati Wetan. (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Terkait keterjaminannya, Indah merasa harus berterimakasih kepada para relawan yang mau melayani dan membantu mereka baik siang maupun malam. Dia juga meminta maaf kalau kadang ada permintaan bantuan yang merepotkan .

“Ya mereka sudah melayani dengan baik,” ucap Indah

Sementara itu, Kevin salah satu relawan mengatakan jika dirinya hanya mengikuti hati saja saat ingin membantu para korban banjir tersebut. Menurutnya orang-orang yang sedang terkena bencana harus dibantu se maksimal mungkin

“Enak kok di pengungsian itu sebenarnya,” ucapnya.

Disinggung soal beberapa pengungsi yang memang kadang rewel, Kevin dan teman-teman sangat memaklumi hal tersebut. Kepanikan dan kegelisahan terkait rumah yang tergenang jadi salah satu penyebabnya.

“Apalagi anak-anak, mereka butuh satu kegiatan yang bisa buat mereka terhibur,” ucapnya

Kevin dan para relawan lain pun berharap jika para pengungsi setidaknya kerasan tinggal di pengungsian. Sembari menunggu genangan di rumah mereka surut.

“Terutama anak-anak, saya harap mereka selau ceria terus,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...