Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Musim Hujan, Banyak Pipa PDAM Kudus Bocor

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Kudus beberapa pekan terakhir menyebabkan beberapa titik di Kabupaten Kudus tergenang banjir. Sekalipun belum ditetapkan sebagai darurat banjir, setidaknya ada beberapa hal yang terkena dampak.

Salah satu yang terimbas adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Direktur utama PDAM Kudus mengatakan jika ada pipa air di beberapa titik di Kabupaten Kudus pecah. Titik tersebut berada di Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Loekmono Hadi

“Di Rendeng juga ada yang bocor,”  jelas Dirut PDAM, Akhmadi Safa.

Terkait penyebab pecahnya pipa, salah satunya adalah karena berkurangnya jumlah konsumsi pelanggan terhadap air. Ia merinci, saat konsumsi air berkurang maka air dalam pipa akan melimpah. Air ini menyebabkan tekanan dalam pipa meningkat.

“Benar pecah, karna berkurang konsumsi warga,” terang Safa.

Safa menerangkan, Idealnya, tekanan air dalam pipa sekitar 0,8 bar hingga 1 bar, namun yang terjadi sampai 2 hingga 3 bar sehingga pipa tak mampu mengahadapi tekanan dan pecah. Untuk itu sistem produksi air mulai dikurangi sehingga beban tekan dalam pipa tidak terlalu besar.

“Ketersediaan air saat ini lebih besar, tidak sebanding permintaan pelanggan,” paparnya.

Untuk itu sistem produksi air mulai dikurangi sehingga beban tekan dalam pipa tidak terlalu besar.

Disinggung soal pencegahan, Ia menjelaskan jika pihaknya telah mengurangi produksi air sesuai kebutuhan pelanggan. Hal ini ditujukan guna  meminimalisir tekanan dalam pipa sehingga tidak pecah.

Upaya lainnya adalah dengan  dilakukan pemasangan alat Pressure Reducing Valve (PRV) yang berfungsi menurunkan atau mengendalikan tekanan air agar pipa juga tidak mudah pecah.

“Itu semua bertujuan untuk menurunkan tekanan air,” terang Safa.

Selain itu, pihaknya juga memastikan jika nantinya ada kebocoran atau pipa pecah lagi, jalur pipa yang lain siap digunakan untuk menyokong pasokan air dari pipa yang pecah tersebut. Ini diharapkan supaya aliran air tetap lancar ke arah pegguna yang terdampak pipa pecah tersebut.

“Selalu ada, selalu ditutup dengan pipa yang lain,” tandas Safa.

Selain pipa, sejumlah sumur produksi di Kabupaten Kudus juga mengalami gangguan selama musim hujan di awal tahun 2019 ini. Kondisi tersebut mengakibatkan distribusi air bersih ke rumah pelanggan terganggu.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...