Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Normalisasi Sungai,Tamzil : Pemerintah Pusat Harus Turun Tangan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil siang ini mengunjungi Sungai Dawe yang berbatasan dengan Sungai Juana, Rabu, (30/01/2019). Kunjungannya tersebut dalam rangka meninjau secara langsung proses pengerukan atau normalisasi di Sungai Dawe.

Dalam kunjungannya, Tamzil mengatakan jika normalisasi sebenarnya merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hanya karna untuk penanggulangan sementara, pihaknya memutuskan untuk mengeruk Sungai Dawe terlebih dahulu.

Hingga saat ini, Tamzil sudah berkoordinasi dengan pihak BWWS Pemali Juana terkait normalisasi tersebut.

“Sudah dikonfirmasi  oleh balai (BWWS Pemali Juana, red) semalam terkait pembuatan surat permohonan normalisasi dan dana diusahakan dari loan,” terang Tamzil.

Tamzil menegaskan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir di wilayah Mejobo adalah Normalisasi Sungai Juana. Selain banjir di Kecamatan Mejobo, normalisasi dianggapnya juga mampu mengatasi banjir yang ada di Kecamatan Jati dan Kaliwungu.

“Ya kalau tidak siap-siap akan selalu ada pengungsian, dapur umum di tiap tahunnya,” jelas Tamzil.

Soal pembiayaan normalisasi,  Tamzil merinci jika Pemerintah Daerah akan sangat sulit untuk membiayai normalisasi. Dikatakannya anggaran yang dibutuhkan setidaknya mencapai Rp 1 triliun.

“Ya karena itu perlu perhatian dari pemerintah pusat, kita ya sanggup, tapi kan kita butuh membangun yang lain,” kata Tamzil saat dimintai keterangan di lokasi.

Dengan anggaran  yang banyak tersebut dikatakan Tamzil bisa membangun tanggul di sepanjang Sungai Wilalung hingga ke Pati. Karna itu, pihaknya juga sesegera mungkin akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait serta Pemkab Pati.

Hanya, untuk waktu pengerjaan dibutuhkan kurang lebih lima tahun guna merampungkan pekerjaan tersebut.

“Tetap akan koordinasi dengan mereka, yang jelas pemerintah pusat harus sungguh-sungguh, kita siap terus,” terang Tamzil.

Sementara itu, Kepala Desa Temulus, Purwati memberi keterangan jika hingga hari ini banjir di daerahnya sudah mulai surut. Dikatakannya, sekarang hanya ada 50 rumah yang masih tergenang air.

“Sudah surut, tinggal segitu,” tandas Purwati.

Desa Temulus sendiri merupakan salah satu desa yang terdampak banjir dari Luapan Sungai Dawe. Dalam kejadian tersebut, setidaknya ada 916 Kartu Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...