MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Politisi PKS Tuding RUU Kekerasan Seksual Bisa Legalkan Zina dan LGBT

0 403

MuriaNewsCom, Semarang – Anggota Komisi E DPRD Jateng dari Fraksi PKS, Jamaludin menilai rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tengah digodok di Komisi VIII DPR RI bisa menimbulkan banyak masalah. Termasuk berpotensi melegalkan perzinahan dan LGBT.

Salah satunya adalah pada frasa kontrol seksual  pada pasal 5 ayat (2) huruf b yang dikategorikan kekerasan seksual. Pada frasa tersebut, artinya mendorong setiap orang untuk bebas memilih aktivitas seksual tanpa ada kontrol dari pihak lain.

Ia menilai, pasal ini memungkinkan pihak yang melakukan kontrol seksual justru bisa dipidanakan.

”Terus orang tua tidak boleh melarang anak lajangnya melakukan hubungan seks bebas, karena bisa terkategori kontrol sosial. Kan ini masalah, Padahal orang tua berkewajiban untuk menjaga anaknya dari pergaulan bebas dan kemaksiatan lainya,” katanya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (30/1/2019).

Lebih lanjut, Jamal mengungkapkan kebebasan seksual ini makin nampak pada pasal 7 ayat (1). Yaitu adanya hak mengambil keputusan yang terbaik atas diri, tubuh dan seksualitas seseorang agar melakukan atau berbuat atau tidak berbuat.

“Artinya, pasal itu mengamanatkan kebebasan seksual harus dilindungi. Termasuk ketika memilih seks bebas, kumpul kebo, zina dan seks menyimpang semisal LGBT. Ini jelas akan menyebabkan makin rusaknya moral anak bangsa ini,” jelasnya.

Selain itu, Jamal mengatakan pada pasal 7 ayat (2) dinyatakan bahwa ”kontrol seksual” sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi pemaksaan menggunakan atau tidak menggunakan busana tertentu.

“Berarti orang tua tidak boleh mendisiplinkan anaknya berhijab untuk menutup aurat. Karena termasuk kontrol seksual dalam hal busana. Padahal akar masalahnya saat ini adalah aurat perempuan dipertontonkan di mana-mana dengan vulgar, anak-anak sejak dini sudah terpapar pornografi. Saat ini bukan lagi zaman di mana orang mencari konten pornografi. Tapi konten pornografi yang mendatangi kita, tanpa diminta,”jelas dia.

Akibatnya, kata Jamal, akan muncul penyakit masyarakat berupa seks bebas. Jika bisa terpenuhi suka sama suka menjadi zina dan prostitusi. Jika tak terpenuhi, menjadi perkosaan. Akibat zina dan perkosaan, muncul kehamilan tak diinginkan (KTD), lanjutannya adalah aborsi.

“Upaya menghentikan kekerasan seksual dengan mengusung kebebasan seksual ibarat mengaduk lumpur. Makin memperkeruh masalah. Kekerasan seksual akan makin marak, seiring kebebasan seksual makin digemakan,”pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.