MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wadul Ganjar Tak Punya Beras, Saat Dicek Korban Banjir Ini Ternyata Habis Bikin Nasi Goreng

0 16.273

MuriaNewsCom, Batang – Ada peristiwa unik ketika Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengunjungi korban banjir di Batang, Rabu (30/1/2019). Ganjar diwaduli seorang ibu jika ia tak punya beras untuk memasak.

Namun ketika dicek di rumahnya, ternyata di dapur tersebut terdapat cukup banyak makanan. Bahkan nasi goreng yang baru dimasak lengkap dengan lauknya masih ada di atas kompor.

Ini terjadi ketika Ganjar tengah berbincang dengan korban banjir di Desa Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Tiba-tiba datang seorang ibu dan wadul ke Ganjar dia belum makan.

Saat ditanya apakah sudah masak atau belum, perempuan itu menjawab belum masak karena tidak memiliki beras. Namun Ganjar tak lantas percaya. Ia pun meminta wanita itu untuk menunjukkan rumahnya.

Saat sampai, Ganjar langsung menuju dapur. Di sana ia mendapati ada nasi goreng yang masih hangat di atas penggorengan.

“Lha ini ada nasi goreng, kok bilang ndak punya nasi untuk dimakan, kok bilang belum makan. Ini kan masih bisa dimakan untuk keluarga. Tolong jujur, jangan mendramatisir saat bencana seperti ini,” pinta Ganjar.

Ada juga seorang nenek bernama Surti (60) yang juga wadul kepada Ganjar yang menyebut jika barang-barang di rumahnya semua basah kena banjir. Ia menyebut, ketinggian banjir sampai dada orang dewasa.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menemui warga korban banjir dan membagikan bantuan di Desa Karangasem Utara, Batang. (MuriaNewsCom)

Dan saat ini banjir di desa itu memang sudah mulai surut, namun warga mengaku masih kesusahan. Ia pun meminta bantuan kasur kepada Ganjar, karena kasur di rumahnya semua basah terkena banjir.

Menanggapi keluhan itu, Ganjar mengatakan jika yang paling utama adalah kebutuhan pokok terlebih dahulu. Dia ingin memastikan seluruh korban bencana tidak kekurangan bahan pangan hingga tidak bisa makan.

Kasur ngko sek, nek teles ya dijemur, nek rusak tuku neh. Sing penting saiki kabeh do sehat, isa mangan kabeh. (kasur nanti dulu, kalau basah dijemur, rusak beli lagi, yang penting sekarang semua sehat dan bisa makan semuanya)” ucap Ganjar.

Dalam kesmepatan itu Ganjar meminta warga yang menjadi korban banjir bersikap jujur meski tertimpa bencana. Ia pun meminta warga tak hanya duduk manis berpangku tangan mengharapkan bantuan datang.

“Setiap (ada) bencana pasti semua butuh bantuan. Tapi bantuan jangan sampai dijadikan satu persoalan sehingga semua berteriak saya belum. Prinsipnya pemerintah siap (membantu). Kalau masih bisa bergerak, masih bisa obah lan mamah, kita harus mengatakan kita mampu,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat bisa bersama-sama saling bantu dan bergotong-royong. Jika memang masih ada yang bisa dimanfaatkan, jangan mengatakan tidak ada.

“Sehingga yang benar-benar tidak punya akan kami bantu. Dengan begitu bantuan-bantuan itu menjadi tepat sasaran,” tukasnya.

Di lokasi tersebu Ganjar juga memberikan sejumlah bantuan seperti mie instan, sarung, selimut dan kebutuhan lainnya. Ganjar juga memberikan uang tunai kepada kepala desa untuk digunakan membeli beras dan dibagi kepada warga yang benar-benar membutuhkan. (lhr)

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.