Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Taj Yasin Sebut Bantuan Bedah Rumah Rp 10 Juta Tak Cukup, Begini Solusinya

0 1.671

MuriaNewsCom, Demak – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelontorkan bantuan untuk merombak rumah tak layak huni (RTLH). Setiap rumah reot mendapat bantuan dari pemprov sebesar Rp 10 juta.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengakui nilai bantuan itu tak akan cukup untuk bedah rumah. Pasalnya, harga bahan bangunan cenderung tinggi, dan honor tukang per hari sudah mencapai Rp 100 ribu.

Namun menurut dia, nilai bantuan tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki RTLH. Dengan catatan, warga sekitar harus ikut keroyokan membantu.

Budaya gotong royong harus kembali dikuatkan untuk bersama-sama membantu memperbaiki rumah warga yang tak layak huni tersebut.

“Saya meminta dengan sangat, peran serta masyarakat sekitar rumah yang mendapat bantuan RTLH membantu perbaikan rumah,” kata Gus Yasin.

Seruan ini juga dikatakan Gus Yasin saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan perbaikan RTLH di rumah Tritanto warga RT 5 RW 1 Desa Tempuran, Kecamatan Demak, Selasa (29/1/2019).

Rumah tersebut hanya terbuat dari dinding papan. Bahkan sering tergenang air limpasan dari sungai yang mengalir di depan rumahnya.

Ia pun menyebut, dari nilai bantuan sebesar Rp 10 juta, yang bakal diterima hanya sebesar Rp 8 jutaan, karena harus dipotong pajak.

“Jika dihitung, untuk membayar tukang dan membeli bahan bangunan, tentunya belum cukup. Sehingga tetangga sekitar harus ikut membantu,” ujarnya.

Seperti yang dilakukan Darsih warga RT 2 RW 2 yang juga menerima bantuan RTLH dan rumahnya kini sudah selesai diperbaiki dan ditembok. Meski harus membayar tukang Rp 100 ribu per hari, warga sekitar juga ikut gotong rotong membantu memperbaiki rumah. Sehingga, dalam waktu 17 hari sudah selesai.

Sebelum mendatangi lokasi rumah penerima program RTLH, Gus Yasin, lebih dulu bersilaturahmi dengan warga Desa Tempuran di Masjid Al Muttaqin yang belum selesai dibangun meski sudah menelan biaya Rp 4,6 miliar.

Gus Yasin juga menyerahkan bantuan senilai Rp 40 juta agar masjid tersebut segera selesai dan dapat digunakan beribadah warga.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menerima usulan warga seperti wajib Madrasah Diniyah (Madin) bagi anak-anak kelas 1-6 SD karena prihatin dengan perkembangan teknologi ketika anak-anak memilih bermain gawai ketimbang mengaji, serta usulan pembangunan bendungan.

“Kalau Madin diwajibkan, kami justru melanggar HAM. Demak sudah berupaya membuat program ‘Matikan TV, Ayo Mengaji.’ Bahkan, Pemprov (Jateng) akan memberikan insentif kepada guru ngaji/Madin. Ini bagian dari kami memperhatikan mental generasi,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.