Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Basmi Rokok Ilegal, Bea Cukai Kudus Pantau Pergantian Pemilik Mesin Produksi Rokok

0 197

MuriaNewsCom, Kudus – Peredaran jual beli  mesin produksi rokok sigaret keretek mesin (SKM) dipantau aparat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kudus. Pengawasan ini dilakukan dalam rangka mencegah peralatan digunakan untuk produksi rokok ilegal.

Penekanan pengawasan diprioritaskan pada mesin produksi yang sudah tidak digunakan lagi. Terutama pada perusahaan rokok yang menghentikan usahanya. Kepala KPPBC TMC Kudus Iman Prayitno melalui Kasi Intelijen dan Penindakan, Indra Gunawan, menyatakan hal tersebut.

”Selalu kita pantau pergerakannya,” kata Indra.

Ia menerangkan, pihaknya secara persuasif meminta pengusaha pemilik mesin yang sudah menutup usahanya untuk membuat pernyataan dan melaporkan pemindahtanganan kepemilikannya. Upaya lainnya adalah dengan menyegel mesin produksi.

”Di surat pernyataan disebutkan kesediaan dilakukan penyegelan oleh petugas dengan pernyataan bermaterai,” tandasnya.

Penyegelan dianggap langkah tepat dalam  mengantisipasi penggunaan mesin untuk produksi rokok polos. Paling tidak, keberadaan mesin produksi dapat terdeteksi.

Selanjutnya, KPPBC TMC secara periodik akan mengawasi semua mesin produksi yang dimiliki. Terkait pemindahan mesin pun harus memberitahukan ke Dinas Perdagangan setempat.

”Tindakan sebagai antisipasi agar peralatan tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Jumlah mesin produksi rokok SKM yang sudah tidak digunakan lagi diperkirakan masih cukup banyak. Perhitungan diperoleh dengan melihat data jumlah pabrik rokok yang awalnya ribuan perusahaan, sekarang hanya 90 perusahaan saja. Tidak menutup kemungkinan, sebagian mesin produksi milik perusahaan yang sudah tidak beroperasi lagi digunakan untuk rokok ilegal.

”Ada kemungkinan seperti itu masih kami dalami,” jelasnya.

Indra menjelaskan,  periode 2007-2018 jumlah pabrik rokok resmi di KPPBC TMC Kudus menurun drastis. Regulasi cukai, peningkatan tarif cukai dan persoalan permodalan diyakini menjadi penyebabnya.

Data yang dihimpunMuriaNewsCom dari KPPBC TMC Kudus, pada 2007 jumlah pabrik rokok mencapai 2.235 perusahaan, pada 2008 ada 2.072 perusahaan, 2009 terdapat 512 perusahaan, dan 2010 296 perusahaan.

Sedangkan 2011 ada 206 perusahaan, 2012 mulai menurun tajam jadi 139 perusahaan, di 2013 ada 133 perusahaan, lalu 2014 ada 106 perusahaan.

Untuk 2015 terdapat 101 perusahaan, 2016 ada 94 perusahaan, dan hingga akhir 2017 hingga 2018 kemarin tercatat 90 perusahaan.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.