Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Perintahkan Kepala Daerah Gerak Cepat Tangani Banjir

0 358

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan bupati-wali kota yang daerahnya terkena banjir untuk bergerak cepat. Upaya tanggap darurat harus dilakukan dengan maksimal untuk mengurangi penderitaan korban bencana.

Saat ini sejumlah daerah di Jateng tengah diterjang banjir. Seperti di Pekalongan, Batang, Kendal, Kudus dan Pati. Ribuan warga terpaksa mengungsi, karena rumahnya tergenang air.

“Kami minta kepala daerah melakukan tanggap darurat secepatnya. Logistik harus disiapkan, kalau kurang minta ke kami. Pastikan semua ter-cover dengan baik,” katanya di Semarang, Selasa (29/1/2019).

Ganjar menyebut, jika penanganan tanggap darurat bencana banjir di wilayah yang dipimpinnya saat ini sudah dilakukan dengan baik dan semaksimal mungkin.

“BPBD sudah turun, logistik sudah kami siapkan dan sudah diberikan kepada masyarakat. BNPB juga memberikan bantuan. Semua pihak sudah turun untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana,” ujarnya.

Selain upaya tanggap darurat, Ganjar juga telah melakukan kajian untuk penanggulangan bencana banjir jangka panjang di Jateng.

Menurutnya, tata ruang harus mulai diperhatikan saat ini, karena kondisi bencana alam semakin parah akibat perubahan tata ruang.

“Jangka panjang nanti tata ruang akan kami perbaiki. Termasuk kondisi sungai harus diperbaiki dan dipikirkan pengelolaan air saat musim hujan seperti ini,” ucapnya.

Selain itu, tindakan rekayasa fisik juga akan dilakukan agar bencana serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. Tindakan ini dilakukan pada daerah-daerah yang secara fisik memang membutuhkan tindakan itu.

“Misalnya daerah yang kondisi penurunan muka tanahnya tinggi seperti Semarang, Demak, Pekalongan. Maka harus ada tindakan engineering fisik. Contohnya di Semarang dilakukan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang tujuannya untuk mengelola air agar tidak terjadi banjir dan rob,” terangnya.

Dia menambahkan, pembangunan fisik tak akan memberikan dampak maksimal jika masyarakat tidak mendukung melalui perbaikan lingkungan. Masyarakat harus terus diimbau menjaga lingkungan seperti menanam mangrove, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membangun rumah di atas bantaran sungai, tidak membangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lainnya.

“Termasuk sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak tinggal di daerah rawan bencana. Ini yang harus disosialisasikan karena ini hal yang tidak mudah,” pungkasnya.(lhr)

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.