MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jateng Ada 1.468 Kasus Kecelakaan Kerja, Jumlahnya Menurun Drastis

0 198

MuriaNewsCom, Semarang – Selama tahun 2018, jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di Provinsi Jateng tercatat sebanyak 1.468 kasus. Jumlah itu mengalami penurunan yang sangat dratis dibanding tahun sebelumnya. Penurunannya capai 48 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang mengatakan, tahun 2017 jumlah kecelakaan kerja tercatat sangat banyak. Yakni mencapai 3.083 kasus kecelakaan.

”Meski terjadi penurunan, tidak berarti kita berpuas diri. Karena program masyarakat Indonesia berbudaya K3 di tahun 2020 yang dicanangkan pusat masih butuh kerja keras,” katanya dalam Upacara peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Simpang Lima Semarang, Selasa (29/1/2019).

Ia menyebut, dengan penurunan angka kecelakaan kerja secara tidak langsung menunjukkan budaya K3 di provinsi ini semakin tumbuh. Terlebih, dunia kerja saat ini sedang berlomba menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera serta terbebas dari kecelakaan dan penyakit di lingkungan pekerjaan.

“Budaya K3 akan terus kami gerakkan baik kepada para pekerja, asosiasi buruh, pengusaha, manajemen perusahaan dan masyarakat. Semua harus terlibat dan bertanggungjawab untuk mendorong terwujudnya budaya K3 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang memimpin upacara itu menyebut, semua pihak harus bergerak dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja. Sosialiasi serta pelatihan K3 harus digencarkan, termasuk pengusaha harus melengkapi peralatan keselamatan di lingkungan kerja.

“Sehingga para pekerja terhindar dari cidera, meninggal atau terjangkit penyakit berbahaya,” ucap Ganjar.

Disinggung tentang mayoritas tenaga kerja yang hanya lulusan SMP, hal itu menurut dia tidak menjadi soal untuk penerapan budaya K3 di lingkungan kerja.

“Meski banyak yang (lulusan) SMP, namun harus terus update pengetahuan mereka tentang keselamatan kerja ini. Tentunya, sosialisasi adalah hal utama untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan kerja menjadi budaya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.