Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tamzil: Normalisasi Sungai SWD Jadi Solusi Banjir di Karangturi

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil mengupayakan untuk sesegera mungkin melakukan penanganan terkait banjir yang menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah di Kecamatan Kaliwungu.

Hingga saat ini, setidaknya ada dua sampai tiga titik di Kecamatan Kaliwungu yang tergenang banjir. Daerah yang paling parah adalah di daerah Setrokalangan.

Untuk kasus banjir di Kaliwungu khususnya sekitar Setrokalangan,  dirinya akan berupaya untuk menormalisasikan Serang Welahan Drainage (SWD) I yang ada di kecamatan tersebut. Upaya yang pertama menurutnya adalah dengan menghubungi pemerintah pusat terkait normalisasi tersebut.

“Setelah ini akan saya laporkan ke pusat, ke Gubernur dulu, baru ke pusat” terang Tamzil.

Normalisasi SWD I dan II dikatakan Tamzil merupakan satu-satunya cara untuk menangani banjir yang berkepanjangan di kawasan Desa Setrokalangan dan sekitarnya. Hanya, ada beberapa kendala seperti area SWD yang melintasi bagian Jepara.

“Nanti kita koordinasikan semuanya,” kata Tamzil.

Terkait pelaksanaan, dirinya mengatakan akan menormalisasi SWD I dan II selambat-lambatnya tahun depan. Untuk tahun ini akan direncanakan terlebih dahulu.

“Akan dinormalisasi untuk SWD I dulu, itu bisa mengatasi banjir ini” tandas Tamzil saat ditemui di lokasi banjir.

Sebelumnya, ada sekitar 14 rumah di Desa Setrokalangan yang tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi. Akses jalan menuju dukuh Karangturi pun lumpuh dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja. Beruntung, banjir belum masuk ke pemukiman warga.

Selain itu, 100 hektare sawah dari enam desa di Kaliwungu juga tergenang banjir. Enam desa tersebut adalah Desa Prambatan Lor, Prambatan Kidul, Garung Lor, Banget, Setrokalanagan, dan Blimbing Lor.

Untuk upaya pencegahan, Camat Kaliwungu, Fitrianto elah menyiapkan beberapa rencana terkait evakuasi jika pada akhirnya banjir besar mulai mengancam pemukiman setempat. Kepada MuriaNewsCom Ia mengatakan jika telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait upaya untuk mengevakuasi warganya.

“Jika sudah parah BPBD akan dilibatkan dengan perahunya, jika truk masih bisa masuk, cukup minta tolong ke Satpol PP, Polres, atau Kodim,” ungkap Fitri.

Tempat pengungsian pun sudah disiapkan olehnya. Ada lima titik yang digunakan pada tahun ini.

“Di antaranya Aula Kecamatan Kaliwungu gedung PGRI Kaliwungu, Gedung JHK Kaliwungu, Aula Balai Desa Garung Lor, dan Aula Balai Desa Prambatan Lor,” tandas Fitriani.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...