Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Akses Tertutup Banjir, Dukuh Karangturi Kudus Terancam Terisolir

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan yang menerpa Kabupaten Kudus beberapa pekan terakhir terus menerus membuat beberapa desa di Kota Kretek tergenang banjir. Hingga saat ini, salah satu yang paling parah adalah di Desa Setrokalangan tepatnya di Dukuh Karangturi.

Akses masuk ke dukuh tersebut mulai lumpuh karena digenangi banjir setinggi 60 cm. Untuk kegiatan keluar masuk dukuh, warga harus berjalan kaki dan menitipkan kendaraannya di pinggir jalan.

Kusmidin (65) salah satu warga mengaku sedikit kesusahan saat melewati akses jalan keluar dukuh, ketinggian air yang sudah mencapai 60cm tersebut dirasa menyulitkannya untuk bergerak.

“Apalagi saya akan membawa rumput untuk ternak saya,” ucap Kusmidin.

Sementara itu, keterangan pasti soal ketinggian didapatkan dari Camat Kaliwungu, Fitrianto. Ia dijumpai sesaat setelah menyambut rombongan Bupati yang saat itu hadir untuk meninjau lokasi banjir di Setrokalangan.

“Kedalaman mencapai 60 cm hingga pagi ini,” jelas Fitrianto.

Terkait keamanan penduduk dukuh Karangturi, dirinya mengatakan masih dalam keadaan aman. Banjir sementara hanya menggenangi areal persawahan dan jalan masuk menuju dukuh tersebut.

“Untuk pemukiman masih belum tergenang,” katanya.

Untuk upaya pencegahan, Ia mengatakan telah menyiapkan beberapa rencana terkait evakuasi jika pada akhirnya banjir besar mulai mengancam pemukiman setempat. Kepada MuriaNewsCom ia mengatakan, jika telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait upaya untuk mengevakuasi warganya.

“Jika sudah parah BPBD akan dilibatkan dengan perahunya, jika truk masih bisa masuk, cukup minta tolong ke Satpol PP, Polres, atau Kodim,” ungkap  Fitriani.

Tempat pengungsian pun sudah disiapkan olehnya. Ada lima titik yang digunakan pada tahun ini.

“Di antaranya Aula Kecamatan Kaliwungu gedung PGRI Kaliwungu, Gedung JHK Kaliwungu, Aula Balai Desa Garung Lor, dan Aula Balai Desa Prambatan Lor,” tandas Fitriani.

Hingga berita ini diturunkan, setidaknya ada sekitar 14 rumah di Desa Setrokalangan yang tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi. Untuk jumlah sawah yang tergenang, dia mengatakan ada 100 hektar sawah yang tergenang di enam desa. Kerugian hingga saat ini belum bisa dihitung.

“Beberapa di desa Prambatan Lor, Prambatan Kidul, Garung Lor, Banget, Setrokalangan, dan Blimbing Lor,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...